Selasa, 29 September 2009 14:10 WIB News Share :

Sri Mulyani pasrah atas hasil audit BPK soal Century

Jakarta–Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani mengaku pasrah menunggu hasil audit investigatif yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap bailout Bank Century yang memakan dana Rp 6,7 triliun.

“Kinerja saya yang lihat kalian dan orang lain, ini melalui proses saja. Bahwa kejadian yang terjadi November 2008 (bailout Century) lalu sudah dijelaskan ketika mereka (BPK) minta penjelasan. Kita sudah memberikan,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (29/9).

Sri Mulyani mengatakan dirinya belum mengetahui bagaimana hasil pemeriksaan sementara BPK terhadap Bank Century yang sudah diberikan kepada DPR.
“Saya belum baca, saya kan belum menerima atau tidak akan menerima,” ujarnya.

Selama ini kasus bailout Bank Century mencuat, DPR mempertanyakan kebijakan penyelamatan Century yang menelan biaya hingga Rp 6,7 triliun tersebut. Pemerintah banyak dikritik terhadap proses penyelamatan tersebut sehingga DPR meminta BPK melakukan audit investigatif.

“Kita menjalankan sesuai kewenangan perundang-undangan yang ada. Kalau kita tidak sama-sama melihat laporannya, menganalisanya, dan melihat aspek apa saja apa yang jadi pertimbangannya saya tidak dapat komentar,” tuturnya.

“Ya biarkanlah BPK menyelesaikan dulu. Kan seperti yang saya katakan kemarin kalau ada apapun bahan tentunya disampaikan dengan baik-baik saja. Melalui laporan yang baik-baik. Kalau disampai-sampaikan menurut saya tidak sesuai dengan etika,” tandasnya.

dtc/fid

lowongan kerja
lowongan kerja Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…