Selasa, 29 September 2009 12:58 WIB News Share :

Pemilihan Ketua MPR tunggu keputusan MK

Jakarta–Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan pemilihan ketua MPR masih menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi terkait tuntutan lima anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) kepada Mahkamah Konstitusi untuk mengembalikan hak mereka agar dipilih dan memilih Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat.

“Terkait pemilihan Ketua MPR hingga kini masih menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi karena itu terkait dengan aturan main pemilihan ketua MPR, terlebih lagi anggota DPR dan MPR yang baru juga belum dilantik. Jadi, masih sangat dinamis,” katanya, di Jakarta, Selasa (29/9).

Ditemui usai menyampaikan pidato pertanggungjawaban MPR masa jabatan 2004-2009 dalam Sidang Paripurna Terakhir MPR RI, ia  mengatakan, perkembangan politik terkait pemilihan ketua MPR masih sangat dinamis termasuk adanya masukan dan klaim dari sejumlah partai politik yang mengusung figur-figurnya untuk menduduki kursi ketua MPR.

“Silahkan saja, siapa pun, partai manapun berhak untuk mengajukan calon-calonnya… toh UU dan demokrasi menjamin itu. Tetapi ini kan masih terus bergulir, masih sangat dinamis dan semua masih sangat tergantung putusan Mahkamah Konstitusi,” katanya.

Tentang klaim dari Partai Demokrat yang sudah pasti mendapat jatah menduduki kursi Ketua MPR, Hidayat mengatakan, hingga kini belum ada konfirmasi dari Partai Demokrat.

“Partai Demokrat tentu sangat tergantung pada keputusan Ketua Dewan Pembinanya yakni Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, dan hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari beliau terkait pemilihan Ketua MPR,” ujarnya.

Tentang dukungan yang diberikan kepadanya untuk menduduki kembali jabatan Ketua MPR, Hidayat mengatakan, sangat menghargai dukungan partai yang diberikan kepadanya.

“Namun, saya baru akan memberikan kepastian setelah MPR dan DPR yang baru terbentuk dan dilantik,” katanya.

Menjelang pemilihan menteri dalam kabinet baru, nama Hidayat Nurwahid dari Partai Keadilan Sejahtera beredar sebagai salah satu calon kuat yang akan memperkuat kabinet pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, ia pula dijagokan untuk kembali menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Dua posisi strategis ini sangat dimungkinkan karena PKS memiliki posisi tawar yang tinggi terhadap Partai Demokrat. Namun, Hidayat enggan menjawab lebih memilih mana, sebagai Ketua MPR atau bergabung ke pemerintah dengan menjadi menteri.

ant/fid

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…