Selasa, 29 September 2009 20:41 WIB Wonogiri Share :

Bus vs motor, dua tewas

Wonogiri (Espos)–Kecelakaan terjadi di ruas jalan Ngadirojo-Baturetno tepatnya di Dusun Sengon, Ngadipiro, Nguntoronadi, Wonogiri, Senin (28/9) malam. Kecelakaan antara bus pariwisata Safari Dharma Raya dengan motor itu mengakibatkan pengendara dan pemboncengnya tewas dalam waktu berbeda.

Keterangan yang dihimpun Espos, Selasa (29/9) menyebutkan kecelakaan terjadi pukul 20.00 WIB. Dua korban tewas adalah Abdullah, 28, warga Wonosari RT 01/VII, Tegiri, Batuwarno, Wonogiri dan pemboncengnya, Rido Saryono, 24, warga Tameng RT 02/I, Girikikis, Giriwoyo, Wonogiri.

Korban Abdullah tewas saat perjalanan ke RSUD dr Soediran MS, Wonogiri, sedangkan korban Saryono tewas Selasa dinihari.

“Saryono waktu itu kritis saat dilarikan ke RS Medika Mulya dan sesampai di rumah sakit sempat diberi penanganan dan ada harapan hidup. Namun selang beberapa jam kemudian kondisinya kritis lagi dan meninggal dinihari,” ujar Gugun, warga Ngadirojo.

Petugas di RSUD dr Soediran MS, Sukatno mengatakan korban tewas karena menderita luka cukup parah. Yakni mengalami luka di bagian kepala, tangan dan kaki patah.

“Tadi jenazah sudah diambil pihak keluarga. Kami sendiri sudah meminta kepada pihak keluarga agar jenazah disucikan di RS namun ditolak dan akan disucikan di rumah.”

Sukatno menyatakan, cerita dari keluarga disebutkan kalau korban Abdullah akan menengok keluarganya yang baru melahirkan.

“Tadi dikatakan kalau korban akan menengok familinya yang baru melahirkan.”

Sementara itu, Kasatlantas AKP Sukmawati mewakili Kapolres Wonogiri Agus Djaka Santoso mengatakan sopir bis telah ditahan untuk mempermudah pemeriksaan.

“Pemeriksaan saksi-saksi masih kami lakukan untuk menguak sebab-sebab kecelakaan. Untuk sementara, sopir bis kami titipkan di Mapolres, untuk mempermudah pemeriksaan,” katanya.

Diceritakannya, saat itu motor Karisma bernopol B 6055 BMZ yang dikendarai korban meluncur dari arah selatan (Baturetno) dan dari arah berlawanan melaju bus pariwisata Safari Dharma Raya yang dikemudikan Nasuki Dauk, 53, warga Bintaro RT XII/1, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

“Sesampai di tikungan daerah Sengon, Ngadipiro, Nguntoronadi diduga motor terlalu ke kanan, sementara jalanan menikung sehingga terjadi benturan keras.”

Dijelaskan oleh Kasatlantas, bus akan menjemput penumpang arus balik dan akan menginap di Baturetno. Kapolsek Nguntoronadi AKP Nugroho mewakili Kapolres saat mengkonfirmasi membenarkan peristiwa kecelakaan itu.

tus

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…