Selasa, 29 September 2009 20:02 WIB Ekonomi Share :

Batik Indonesia dikukuhkan Unesco dongkrak penjualan di Solo

Solo (Espos)–Pengukuhan batik sebagai warisan pusaka dunia atau World Heritage dari Indonesia oleh UNESCO yang rencananya akan diresmikan pada Jumat (2/10) mendatang, ikut mendongkrak penjualan batik sejumlah pengrajin atau pengusaha batik di Kota Solo.

Hal tersebut diakui Ketua Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan Solo, Alpha Fabela ketika dikonfirmasi Espos, Selasa (29/9).

“Rata-rata penjualan batik di beberapa pengusaha di Kampoeng Batik Laweyan pascalebaran kali ini memang meningkat cukup signifikan. Minimal peningkatannya sekitar 200% dibanding hari-hari biasa. Dan tidak dipungkiri, adanya rencana pengukuhan batik sebagai World Heritage dari Indonesia oleh UNESCO yang akan diresmikan pada Jumat (2/10) nanti, ikut mendongkrak meningkatnya penjualan batik di kawasan Kampoeng Batik Laweyan,” ungkap Alpha.

Alpha menuturkan ada beberapa pengrajin atau pengusaha batik di kawasan tersebut telah menerima pesanan seragam batik dalam jumlah yang cukup banyak, yang sedianya akan dikenakan pada saat pengukuhan batik oleh UNESCO tersebut.

Pesanan bahkan datang dari pelanggan yang berasal dari luar Kota Solo.

“Memang ada pelanggan yang memesan seragam batik dalam jumlah yang cukup banyak. Kemungkinan seragam batik tersebut akan dikenakan para karyawan di lingkungan perkantoran tempat mereka bekerja,” kata Alpha.

sry

lowongan kerja
lowongan kerja Kantor SD Aisyiyah Gemolong, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…