Selasa, 29 September 2009 11:56 WIB Ah Tenane Share :

290909ahtenaneTanggal 31 Agustus lalu, Tom Gembus yang tinggal di Pilang Lor, Masaran, Sragen punya hajatan aqiqahan anak pertamanya. Bersama keluarga dan kerabat terdekat, ia menyusun acara yang akan diadakan, mulai dari regu masak, peminjaman perkakas, sampai acara inti yaitu tausiah. Soal urusan ustad Tom Gembus menugaskan Jon Koplo untuk mencarinya.
”Plo, ini bawa sekalian amplop insentif untuk Pak Ustad. Dan ini nama bayi, tanggal lahir dan nama orangtua. Nanti kamu serahkan sekalian pada Pak Ustad,” perintah Gembus.
Koplo menerima amplop dan kertas identitas bayi, kemudian memasukkannya dalam satu kantong bajunya, lalu langsung meluncur ke Masaran Kota untuk menjemput Pak Ustad.
Singkat cerita, Jon Koplo sudah kembali bersama Pak Ustad. Acara dimulai. Setelah pembacaan ayat suci Alquran, sambutan-sambutan, akhirnya giliran tausiah Pak Ustad. Sementara Jon Koplo berada di belakang bersama sinoman.
Setelah mengucap salam dan memulai tausiahnya, Pak Ustad baru bertanya, ”Mas Jon, ini jabang bayi namanya siapa?”
”Ya ampun, masih aku bawa!” batin Jon Koplo yang menyadari kealpaannya, lalu bergegas menuju mimbar.
”Maaf Pak, tadi kelupaan,” kata Jon Koplo sambil menyerahkan lipatan kertas yang diambil dari kantongnya. Sialnya, yang diberikan ke Pak Ustad bukan lipatan kertas berisi identitas bayi melainkan amplop insentif yang seharusnya diberikan nanti.
Pak Ustad sendiri terlihat terkejut dari pancaran mukanya.
Menyadari kesalahannya, Jon Koplo langsung balik lagi ke mimbar. ”Aduh, maaf Pak, yang saya berikan seharusnya yang ini,” kata Koplo sambil menyerahkan kertas yang satunya lagi. Wajah Koplo langsung memerah karena malu. Dia pun bergegas back to belakang.
Para tamu yang menyaksikan adegan itu hanya mesam-mesem saja. Pak Ustad sendiri juga tampak menjadi grogi. Tapi bukan ustad namanya kalau tidak bisa mengendalikan suasana.  Kiriman Titin Puspitasari, Mahasiswa Fakultas Hukum semester 5 UNS Solo.

lowongan pekerjaan
PT. JATIM BROMO STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…