Senin, 28 September 2009 20:00 WIB Solo Share :

TPM Jateng sampaikan surat ke MUI

Solo (Espos)–Tim Pengacara Muslim (TPM) Jawa Tengah akhirnya secara resmi menyampaikan surat berisi desakan agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan fatwa mengenai penolakan pemakaman jenazah. Surat bernomor B.011/TPM-Jateng/XI/2009 tersebut diserahkan ke kantor MUI Solo, di kompleks Masjid Agung, Senin (28/9).

Surat diserahkan dua anggota TPM Jateng, Budi Kuswanto dan Anis Priyo Ansorie, dan diterima staf Kantor MUI Solo, Fachruddin Sidiq.

Anis Priyo, ditemui wartawan seusai menyerahkan surat, Senin, mengatakan desakan pihaknya kepada MUI untuk segera mengeluarkan fatwa didasari alasan yang kuat.

Menurutnya, wacana penolakan pemakaman jenazah yang dihembuskan belakangan ini berpotensi menimbulkan kekisruhan di masyarakat. Untuk itu, MUI harus segera bersikap.

“Saya meminta fatwa. Ada rumor seperti itu, bagaimana MUI bersikap seharusnya. Karena tidak menutup kemungkinan, ada orang mati yang tidak ada kaitannya dengan kejahatan, orang lain bisa mengorganisir untuk menolak pemakaman. Saya melihat efeknya lebih luas ke sana, jadi bukan karena ini (penolakan pemakaman Susilo-red) saja. Hal seperti ini bisa menimbulkan kekisruhan,” tegas Anis.

Mengenai arah fatwa, Anis Priyo menyebut kewenangan mengenai fatwa sepenuhnya di tangan MUI. Yang jelas, dia menandaskan, seperti apapun arah fatwa itu harus tegas dan jelas, sehingga kalangan masyarakat memiliki dasar hukum untuk itu.

tsa

lowongan kerja
lowongan kerja YAYASAN AL-ABIDIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Bung Karno, Lenso, Cha Cha Cakrabirawa

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (2/6/2017). Esai ini karya Albertus Rusputranto P.A., pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah titusclurut@yahoo.co.uk Solopos.com, SOLO — Cakrabirawa adalah nama kesatuan pasukan penjaga Istana…