Senin, 28 September 2009 15:25 WIB Pendidikan Share :

Sekolah tak keberatan taati Juknis DAK

Solo (Espos)–Sejumlah sekolah penerima dana alokasi khusus (DAK) mengaku tidak keberatan untuk menaati petunjuk dan teknis (Juknis) dalam menjalankan proyek pembangunan fisik secara swakelola.

Kepala SDN Cinderejo, Sawiyanti saat ditemui Espos di sela-sela kesibukannya, Senin (28/9), menuturkan sesuai dengan surat keputusan (SK) pencairan DAK yang ia terima pada Sabtu (26/9), SDN Cinderojo mendapat bantuan senilai Rp 174 juta.

Menurutnya, kualitas bangunan yang baik berawal dari pemilihan bahan material yang baik pula sesuai dengan standar yang dibuat oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

Dengan demikian, Sawiyanti mengaku tidak keberatan untuk menaati Juknis dalam menjalankan proyek pembangunan fisik secara swakelola.

“Pembelajaran akan lebih efektif jika ditunjang dengan sarana yang lebih memadai. Jadi, kalau tidak ingin bangunan nanti cepat rusak, jadi mesti dipilih bahan material yang mempunyai kualitas tinggi. Dalam hal ini, DPU lebih tahu bagaimana kualitas merek dan jenis bahan material,” papar Sawiyanti.

Sawiyanti menambahkan, hingga kini pihaknya tengah menyusun kembali proposal pembangunan fisik sekolah dengan menyesuaikan anggaran yang ada. Ia menjelaskan, jumlah anggaran yang diterima sedikit mengalami peningkatan dengan jumlah anggaran dalam pengajuannya.

Dalam menyusun ulang proposal, pihaknya akan melibatkan para guru serta komite sekolah yang terlibat dalam kepanitiaan pembangunan.
“Rencananya hari ini, kami akan menyusun kembali proposal itu dengan menyesuaikan anggaran yang kami terima,” papar Sawiyati.

Hal senada juga diungkapkan Kepala SDI Cokroaminoto, Asmuni SAg. Menurutnya, tidak sulit baginya menaati Juknis DAK dalam menjalankan proyek pembangunan fisik secara swakelola. Ia menjelaskan, SDI Cokroaminoto mendapatkan bantuan DAK senilai Rp 106 juta.

Jumlah itu, lanjut dia, jauh dari jumlah pengajuannya, yakni mencapai hampir Rp 300 juta.

Asmuni menuturkan, sesuai dengan proposal pengajuan, sedianya dana itu akan digunakan untuk merehabilitasi sebanyak empat ruang kelas.

m82

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Lebaran dan Wartawan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (23/6/2017). Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Ilmu Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Lebaran tinggal menghitung jam. Semua sibuk menyambut. Tak terkecuali barisan juru…