Senin, 28 September 2009 19:57 WIB Solo Share :

Ribuan orang diharapkan ikut kirab sambut pengukuhan batik

Solo (Espos)–Ribuan orang dari berbagai elemen masyarakat di Solo diharapkan ikut kirab batik yang digelar untuk menyambut pengukuhan batik sebagai karya asli Indonesia warisan budaya dunia oleh United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO), Sabtu (3/10) mendatang.

Kirab direncanakan mulai pukul 15.00 WIB dengan start di Stadion R Maladi Sriwedari dan finis di halaman Balaikota Solo.

Dalam kirab itu, warga baik secara berkelompok maupun perseorangan, diberi kebebasan seluas-luasnya untuk berekspresi dengan batik. Mereka tinggal datang ke Stadion Sriwedari sebelum acara tanpa perlu mendaftar terlebih dahulu. Peserta kirab ditargetkan mencapai 10.000 orang.

Tak hanya kirab, seluruh elemen masyarakat yang bergerak dalam bidang batik, seperti Kampung Batik Kauman, Kampung Batik Laweyan dan sebagainya juga diharapkan ikut bergerak.

Mereka diharapkan membuat kegiatan bertema pelestarian batik.

“Saya berharap setelah pengukuhan batik sebagai warisan budaya dunia nanti, semua elemen masyarakat ikut bergerak. Targetnya, covered media massa terpusat di Solo, karena Pemkot dan masyarakat di sini kan juga cukup intens melakukan lobi-lobi di tingkat internasional, salah satunya saat WHCCE dulu,” ungkap Walikota Solo, Joko Widodo, saat ditemui wartawan di Balaikota, Senin (28/9).

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Solo, Purnomo Subagyo mengatakan dalam persiapan kirab tersebut, pihaknya mengundang sejumlah stakeholders di antaranya Kampung Batik Laweyan, Kampung Batik Kauman, Batik Danar Hadi, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Industri Pariwisata (Asita), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora).
Rencananya, kata Purnomo, dalam kirab itu sekaligus akan di-launching penerapan keterampilan membatik sebagai muatan lokal (Mulok) dalam kurikulum pendidikan di Solo.

“Kami mengharapkan nanti ada panggung kehormatan di depan Batik Danar Hadi dan di situlah launching Mulok batik dilakukan,” ujar Purnomo.

Kepala Disdikpora, Rakhmat Sutomo mengungkapkan, saat ini memang tengah dikonsep penerapan ilmu membatik sebagia Mulok di sekolah. Menurut rencana, Mulok itu diajarkan mulai tahun ajaran 2010-2011 mendatang di semua jenjang pendidikan mulai dari SD hingga SMA/SMK.

shs

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pendidikan yang Memerdekakan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (21/8/2017). Esai ini karya Mohamad Ali, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta dan pengasuh Perguruan Muhammadiyah Kota Barat, Solo. Alamat e-mail penulis adalah ma122@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO–Memasuki umur 72 tahun kemerdekaan…