Senin, 28 September 2009 19:51 WIB Karanganyar Share :

Lawu terbakar, api mulai lalap hutan Karanganyar

Karanganyar (Espos)–Kebakaran hutan di Gunung Lawu sisi utara, yang semula melanda kawasan Girimulya, Jogorojo, Ngawi, Jawa Timur, kini mulai merembet ke wilayah Karanganyar.

Besarnya angin yang bertiup, terutama jika sore hari, mengakibatkan api yang membakar hutan pinus dan hutan alang-alang di Gunung Lawu masuk ke wilayah Karanganyar bagian timur laut. Sekitar satu hektare hutan alang-alang yang masuk wilayah Anggrasmanis, Kecamatan Jenawi, telah terbakar.

Di Karanganyar sendiri terdapat empat hektare hutan lindung yang ada di lereng Gunung Lawu sebelah utara. Hutan tersebut terdapat di Desa Girimulyo Ngargoyoso, Argodalem, Wukirbayi, Selo Pundhutan, Sendang Macan, dan Anggrasmanis.

Laporan yang diterima Badan Kesbangpol dan Linmas Karanganyar, api mulai menjilat kawasan tersebut, Minggu (27/9) sore. Karena kondisi hutan alang-alang dan pinus selama musim kemarau ini sangat kering, maka api dengan mudah dan cepat membesar dan menghanguskan padang ilalang tersebut.

Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Karanganyar, Ign Trianto, didampingi Kabid Linmas Aji Pratama Heru K, mengatakan hutan lindung di Karanganyar telah ikut terbakar sejak Minggu, sekitar pukul 17.00 WIB.

“Api mulai masuk di kawasan hutan lindung di wilayah Desa Anggrasmanis, Kecamatan Jenawi, sejak Minggu sore. Namun yang terbakar adalah ilalang, dengan luasan sekitar satu hektare,” jelasnya, saat ditemui wartawan di kantornya, Senin (28/9).

Namun demikian, kawasan hutan yang terbakar itu bukanlah jalur pendakian yang biasa digunakan para pendaki untuk mencapai puncak Argodalem atau Argodumilah. Lokasi kejadian adalah hutan pinus dan alang-alang yang ada di luar jalur pendakian.

Jalur pendakian dari arah Karanganyar sendiri biasa dilakukan dari Cemorokandang yang arahnya dari sisi selatan. Adapun jalur dari arah utara dari Candi Cetho, terus ke Candi Kethek. Untuk jalur pendakian dari arah timur atau Magetan, Jatim, masuk dari Cemorosewu.

“Ketiga jalur itu semuanya masih sangat jauh dari titik api. Masih melewati beberapa bukit lagi. Karena itu meski dalam kondisi terbakar, pendakian tidak ditutup dan masih banyak pendaki gunung yang naik. Semuanya masih aman. Namun, kami tetap mengimbau supaya semuanya tetap waspada dan hati-hati,” tandasnya.

Lokasi kebakaran hutan pun, tambah Heru, masih sangat jauh dari lokasi dusun terdekat yang masuk wilayah Anggrasmanis. Untuk mencapai perkampungan terdekat, diperlukan waktu sekitar enam jam pendakian, dan harus melewati tiga bukit di lereng Lawu.

Sejak awal kejadian, pihaknya sudah menyiagakan sedikitnya 42 orang petugas Satlak PB yang dibantu masyarakat sekitar, untuk memadamkan api. Kendati sulut lantaran ketiadaan air di lokasi kebakaran, namun pada prinsipnya pihaknya berusaha mengantisipasi agar kebakaran tidak semakin meluas.

dsp

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…