Senin, 28 September 2009 19:50 WIB News Share :

Jepang biayai Waduk Serbaguna Jatibarang senilai Rp 1,7 T

Semarang (Espos)–Pemerintah Jepang melalui Japan Bank for International Cooperation (JBIC) mengucurkan dana pinjaman lunak senilai Rp 1,7 triliun untuk membiayai pembangunan mega proyek Waduk Serbaguna Jatibarang di Kota Semarang.
Pencanangan pembangunan waduk seluas 221 hektare itu ditargetkan akan dilaksanakan pada pertengahan Oktober 2009.

“Bila semua persiapan sudah clear 15 Oktber 2009 akan dilakukan peletakan batu pertama dimulainya pembangunan waduk,” kata Gubernur Jateng, Bibit Waluyo di sela peninjauan lokasi pembangunan Waduk Serbaguna Jatibarang, Senin sore (28/9).

Pembangunan Waduk Serbaguna Jatibarang itu satu paket dengan pembangunan polder Kaligawe, dan normalisasi sungai banjir kanal barat (BKB) serta banjir kanal timur (BKT).

Lebih lanjut Gubernur menyatakan pembangunan waduk tersebut mendesak untuk segera direalisasikan dalam upaya memenuhi penyediaan bahan baku air bersih bagi warga Semarang.

Selain itu juga untuk memenuhi kebutuhan air tawar bagi kapal-kapal besar berlabuh di Pelapuhan Tanjung Emas, Semarang yang selama menggunakan air dalam tanah dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

“Dampak pengambilan air tanah ini, terjadi penurunan tanah hingga 5 cm sampai 10 cm per tahun di Semarang,” tandasnya.

Menurut Gubernur untuk membebaskan lahan pembangunan Waduk Serbaguna Jatibarang yang menelan biaya mencapai Rp 203 miliar dananya sharing pemerintah pusat 50%, pemerintah provinsi (Pemprov) Jateng 25% dan pemerintah kota (Pemkot) Semarang 25%.

“Untuk dana pembangunan fisik semuanya berasal dari dana pinjaman JIBC senilai Rp 1,7 triliun,” ujar Bibit didampingi Kepala Dinas Cipta Karya dan Kimtaru HM Tamzil serta Wakil Walikota Semarang Mahfudz Ali.

oto

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…