goabove
Senin, 28 September 2009 20:27 WIB Boyolali Share :

Depag
Relokasi MIN masih dalam kajian

Boyolali (Espos)–Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Boyolali, Hasan Kamal, menyatakan rencana relokasi MIN Pengging di Desa Bendan, Kecamatan Banyudono masih sebatas kajian.
Menurutnya perlu ada pertimbangan integral dan prospektif sebelum melakukan relokasi MIN menyangkut upaya Pemkab setempat untuk merevitalisasi obyek wisata Pengging.

“Keberadaan MIN itu masuk IKN (inventarisasi kekayaan negara), untuk relokasi itu kami harus verifikasi dengan pusat. Dan sejauh ini belum ada kesepakatan untuk merelokasi sekolah tersebut,” ungkap Hasan Kamal kepada Espos, Senin (28/9).

Sementara yang sudah sekolah yang sudah direlokasi Pemkab dalam rangka revitalisasi obyek wisata Pengging adalah MTs Yosodipuran, (bukan MIN Penggin seperti yang diberitakan sebelumnya).
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, menyebutkan MTs tersebut dimiliki oleh Yayasan Pendidikan Islam Yosodipuran. Sudah ada kesepakatan dengan pihak yayasan mengenai relokasi tersebut.

“Bukan MIN meski sempat ada wacana untuk merelokasi sekolah itu juga. Itu masih dikaji,” ujarnya.

Hasan mengakui sudah ada sosialisasi mengenai rencana relokasi tersebut namun pihaknya belum menyatakan sikap. Ia mengatakan perlu dikaji lebih dalam mengenai master plan revitalisasi tersebut, dan harus melibatkan sejumlah komponen terkait.

Dengan belum ada kepastian mengenai pemindahan MIN, sambung Hasan, maka proses kegiatan belajar di sekolag tersebut berjalan seperti biasa. Bahkan rencana pembangunan dan rehab sekolah yang sudah direncanakan sebelumnya tetap akan dilaksanakan.

Lebih jauh dipaparkan Hasan, bangunan MIN merupakan satu kesatuan dengan banguna Mesjid Ciptomulyo dan pesanggarahan yang berada di satu kompleks. Bangunan MIN tersebut, sambungnya, juga merupakan bangunan tua yang usianya sama hampir sama dengan bangunan mesjid.

kha

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.Japantech Indojaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…