Minggu, 27 September 2009 15:56 WIB News Share :

Mahasiswa sekolah tinggi sandi negara diduga tewas saat Ospek

Bogor–Wisnu Anjar,17, terbujur kaku di RS Citra Insani Parung, Bogor. Pihak Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) membawa Wisnu dalam keadaan sudah tidak bernyawa ke rumah sakit itu pada dini hari.

Jasad Wisnu tiba di RS Citra Insani pada, Minggu (27/9) pukul 03.00 WIB. Hasil pemeriksaan sementara, di tubuh Wisnu ditemukan luka lebam di leher dan di paha.

Untuk memastikan apakah Wisnu benar meninggal karena dugaan kekerasan saat orientasi sekolah, rencananya keluarga akan membawa jasad Wisnu untuk diautopsi di RSCM. “Kita akan periksa di sana,” kata Ayah Wisnu, Kusmanto, di lokasi.

Saat ini kerabat dan sanak saudara korban berkumpul di RS Citra Insani. Ibunda Wisnu terus menangis, sehingga mesti dirangkul anggota keluarga yang lain. Pihak perwakilan sekolah milik pemerintah yang sudah ada di rumah sakit itu, ikut menunggui jasad Wisnu.

Kusmanto, ayah Wisnu Anjar,17, mahasiswa tingkat pertama Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN), menuntut keadilan. Anaknya diduga tewas saat menjalani orientasi sekolah (Ospek) di sekolahnya.

“Anak saya datang ke sekolah itu dalam keadaan sehat,” kata Kusmanto saat ditemui di RS Citra Insani, Parung, Bogor, Minggu.

Wisnu, lanjut Kusmanto, selama ini tidak menderita suatu gejala sakit apa pun. Namun tiba-tiba saat dia bersekolah di STSN, kabar duka dia terima, anaknya meninggal dengan luka lebam di leher dan paha.

“Kami memang belum bisa memastikan meninggal karena apa, kita belum akan mengambil tindakan dulu, jasad anak saya akan diperiksa dahulu di RSCM. Dan kita ingin tahu apa penyebab almarhum meninggal,” terang warga Depok ini dengan terbata-bata.

Wisnu diketahui sudah menghembuskan nafas saat tiba di RS Cipta Insani sekitar pukul 03.00 WIB. Belum diketahui apa penyebab meninggalnya mahasiswa di sekolah berasrama milik pemerintah tersebut. Otopsi pada jenazah Wisnu Anjar, mahasiswa tingkat pertama Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN), urung dilakukan di RSCM. Keluarga lebih memilih dilakukan di RS PMI Bogor. Hal ini dilakukan agar persoalan menjadi lebih mudah, termasuk pemeriksaan oleh kepolisian.

“Kan semuanya terjadi di Bogor, jadi biar lebih gampang,” terang tetangga almarhum, Teguh, di RS PMI Bogor, Minggu.

Otopsi dilakukan sejak pukul 14.00 WIB. Selain keluarga dan pihak sekolah, Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Santoso terlihat hadir. Belum diketahui apakah akan dilakukan penyelidikan terkait kasus ini.

“Bila semuanya beres, nanti sore akan dikubur di pemakaman umum Kali Mulia,” terang Teguh.

Semasa hidup, Wisnu dikenal para tetangga sebagai pribadi yang bergaul dan tidak sombong. Namun malang, ajal menjemputnya lebih dahulu. Dia diantarkan pihak sekolah ke RS Cipta Insani Parung pukul 03.00 WIB dalam kondisi tidak bernyawa.

Di tubuh Wisnu, warga Depok, ditemukan luka lebam di leher dan paha. Belum bisa dipastikan apakah dia tewas karena dianiaya. Wisnu saat ini tengah menjalani ospek di STSN.

dtc/tya

SOLO BAKERY, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Kota Penyair Perlawanan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (16/8/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, novelis dan esais yang tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dalam rangka memperingati hari proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 1982,…