Minggu, 27 September 2009 18:13 WIB Karanganyar Share :

Kebakaran di utara Lawu ancam Karanganyar

Karanganyar (Espos)–Kebakaran hutan di Gunung Lawu sisi utara, tepatnya di kawasan Girimulya, Jogorojo, Ngawi, Jawa Timur mengancam areal hutan Gunung Lawu di wilayah Karanganyar.

Jika hingga Senin (28/9) siang ini api di Jogorogo belum juga bisa dipadamkan, tiga hingga empat hektar hutan di Gunung Lawu yang masuk wilayah Karanganyar terancam ikut terbakar.

Beberapa titik yang terancam, di antaranya wilayah Girimulyo Ngargoyoso, Argodalem, Wukirbayi, Selo pundhutan dan kawasan Sendang Macan. Hal ini terjadi, lantaran suhu panas dan angin kencang memudahkan mempercepat perambatan api ke wilayah tersebut.

Selain itu, posisi kawasan itu lebih tinggi dari Jogorogo. Kabid Perlindungan Masyarakat, Badan Kesbangpol dan Linmas Karanganyar, Aji Pratama Heru K saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Minggu (27/9) mengatakan, sejak Sabtu malam, sebanyak 42 personel tim Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Karanganyar sudah diterjunkan untuk melakukan pengecekan seberapa luas kebakaran tersebut terjadi. Sebagian besar tim berasal dari anggota Anak gunung Lawu (AGL) dan sebagian lagi dari Linmas dan Satlak PB Karanganyar lainnya. Tim naik dari arah Candi Cetho dan sebagian lagi naik dari Cemorokandang.

“Sehingga, setelah dilakukan pengecekan, ada beberapa kemungkinan-kemungkinan yang perlu kami waspadai. Yakni apabila dalam kurun waktu satu hingga dua hari dari sekarang (kemarin-<I>red<I>) api belum juga padam, maka kemungkinan besar akan menyebar masuk ke wilayah Karanganyar.” Kemungkinan ini besar, juga selain karena kebarakan jelas terjadi di wilayah perbatasan.

Antisipasi yang sudah dilakukan Tim Satlak PB Karanganyar, adalah melokalisir kawasan tersebut meski masih dengan peralatan manual. Sulitnya medan pun menjadi kendala. Ke-42 personel pun <I>stand by<I> di kawasan tersebut.
haw

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…