Minggu, 27 September 2009 20:14 WIB Solo Share :

Disperindang Solo akan gelar OP gula pasir II

Solo (Espos)–Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Solo memastikan akan ada operasi pasar (OP) gula pasir tahap II untuk menghabiskan sisa jatah gula pasir bersubsidi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng sebanyak 5.000 kg atau 5 ton.

Sebagaimana diinformasikan, sebelum Lebaran lalu, Kota Solo mendapatkan jatah 10 ton gula pasir bersubsidi dari Pemprov Jateng untuk dijual dengan harga murah kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Sedianya, OP gula pasir itu dilakukan sebelum Lebaran, karena tujuannya adalah membantu masyarakat mendapatkan gula pasir dengan harga terjangkau.

Saat itu, harga gula pasir di pasaran sudah menembus angka Rp 9.500-Rp 10.000/kg. Sedangkan gula pasir bersubsidi itu dijual dengan harga Rp 7.000/kg. Setiap orang dibatasi hanya boleh membeli maksimal 2 kg dan pembeliannya menggunakan girik atau kupon.
OP tersebut terlaksana beberapa hari menjelang Lebaran, namun baru setengah dari jatah yang dijanjikan. Sisanya, sebanyak 5 ton, belum bisa didatangkan ke Solo dan direncanakan dijual kepada masyarakat pada OP tahap II setelah Lebaran ini.

Namun demikian, mengenai waktu penyelenggaraan OP tahap II itu hingga kemarin belum bisa dipastikan. Kepala Disperindag Solo, Saryanto Joko Pangarso, saat ditemui Espos di sela-sela peresmian kereta wisata di Loji Gandrung, Minggu (27/9), mengaku belum mendapat pemberitahuan kapan sisa jatah gula pasir bersubsidi itu akan dikirimkan ke Solo.

“Saya tanya ke beberapa daerah ternyata memang begitu. Mereka juga baru dikirimi setengah dari jatah yang dijanjikan saat rapat di tingkat provinsi waktu itu. Jadi bukan hanya di Solo,” ujar Joko.

Joko optimistis, sisa jatah OP gula pasir itu nanti pasti bakal dikirim ke Solo untuk dijual kepada masyarakat. Hanya, soal waktunya dia belum memastikan. “Ya mestinya pasti ada tahap kedua nanti, wong itu sudah diputuskan dalam rapat,” imbuhnya.

Joko tidak menjelaskan bagaimana teknis penjualan gula pasir bersubsidi itu kepada masyarakat. Namun, kalau berdasarkan keterangan sebelumnya, gula pasir itu akan dijual di lima titik kecamatan. Masing-masing kecamatan mendapatkan jatah disesuaikan dengan jumlah warga yang ada di wilayah kecamatan itu.
shs

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…