Sabtu, 26 September 2009 15:23 WIB Sport Share :

Taufik kalahkan Simon, melenggang ke final

Tokyo–Taufik Hidayat ke final Jepang Terbuka Super Series 2009. Di semifinal, Sabtu (26/9), unggulan keempat ini mengakhiri rangkaian kejutan Simon Santoso dalam pertarungan rubber set yang berakhir 13-21 21-12 21-18.

Dengan keberhasilan ini, maka Taufik membuka peluangnya untuk meraih gelar pertama di Jepang Terbuka. Karena, sepanjang kariernya, peraih medali emas Olimpiade Athena ini belum pernah merengkuh trofi di “negeri Sakura” ini.

Namun di final, Minggu (27/9), Taufik harus bisa mengatasi salah satu musuh besarnya, Bao Chunlai. Pemain China tersebut lolos ke partai puncak setelah menang straight set 21-15 21-16 atas unggulan kedelapan asal Vietnam, Nguyen Tien Minh.

Sedangkan bagi Simon, kegagalan ini menjadi anti-klimaks performanya yang menawan sepanjang berlangsungnya turnamen berhadiah 200.000 dollar AS ini. Pasalnya, pemain nomor 19 dunia ini lolos ke semifinal setelah melewati tiga rintangan berat.

Di babak pertama Simon lebih dulu menyingkirkan pemain andalan Taiwan Hsieh Yu Hsing. Setelah itu, dia membuat dua kejutan besar karena menaklukkan pemain nomor satu dunia asal Malaysia Lee Chong Wei di babak kedua, dilanjutkan dengan kemenangan atas seniornya di Pelatnas Cipayung sekaligus juara bertahan, Sony Dwi Kuncoro, untuk maju ke semifinal.

Simon mengawali duel yang berlangsung 1 jam 3 menit dengan sangat bagus. Sejak awal, dia terus memimpin pengumpulan angka sampai meraih kemenangan 21-13.

Tapi di set kedua, giliran Taufik yang beraksi. Mantan pemain pelatnas ini terus menyerang, membuat Simon kewalahan mengatasinya. Alhasil, di game ini Taufik menang dengan skor 21-12, dan memaksa rubber set untuk menentukan siapa yang berhak ke final.

Di game penentuan, pertarungan berlangsung ketat karena perolehan poin kedua pemain hanya terpaut satu. Tetapi setelah kedudukan 6-6, penampilan Simon menurun drastis. Akurasi pukulan tunggal nomor dua pelatnas ini tidak seperti di dua set sebelumnya, sehingga dia banyak memberikan keuntungan kepada Taufik.

Setelah tertinggal 14-20, Simon berusaha bangkit dan bermain lebih agresif. Perjuangannya memberikan hasil yang cukup bagus, karena dia bisa menambah empat poin untuk mempertipis ketinggalannya menjadi 18-20.

Namun, Taufik yang hanya membutuhkan satu poin lagi bisa memanfaatkan keuntungan tersebut. Sebuah drive yang keras ke arah badan Simon membuat pengembaliannya tidak sempurna. Bola melambung jauh melewati garis belakang lapangan, sehingga Taufik pun berhasil menambah satu poin yang menandai berakhirnya duel sesama pemain Indonesia tersebut.

kompas/fid

lowongan pekerjaan
PT. Monang' Sianipar Abadi ( MSA KARGO ), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…