Sabtu, 26 September 2009 21:13 WIB News Share :

Selama Lebaran, 90 Orang tewas di Jatim

Surabaya–Selama arus mudik hingga arus balik Idul Fitri 1430 Hijriah di Jatim relatif aman dari tindak kriminalitas.

Namun, angka kecelakaan tercatat 90 orang tewas, menurun dibanding Lebaran tahun lalu yang mencapai 97 korban tewas.

Data Biro Operasi Polda Jatim hingga Selasa (22/9) mencatat terjadinya 75 kali kecelakaan dengan 65 orang tewas dan 109 korban luka dengan kecelakaan paling menonjol di kawasan pantai utara (pantura) Tuban.

Korban tewas menjadi 90 orang setelah terjadinya kecelakaan antara Bus Jaya Utama dan mobil Suzuki Carry di Tuban pada Kamis (24/9) siang dengan tujuh korban tewas.

Setelah itu, kecelakaan antarsepeda motor di Tuban pada Kamis (24/9) malam juga menelan empat korban tewas.

Angka bertambah dengan kecelakaan di Jombang dengan satu korban tewas, dan bahkan kecelakaan di Banyuwangi dengan sembilan korban tewas.

Kecelakaan terakhir terjadi antara sepeda motor dam truk di Surabaya pada Jumat (25/9) siang dengan dua korban tewas (ibu dan anak) dan kecelakaan di Probolinggo dengan dua korban tewas (26/9).

“Situasi keamanan di Jatim selama arus mudik hingga arus balik Lebaran relatif kondusif, tapi angka kecelakaan terus meningkat,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Pudji Astuti di Surabaya, Jumat (25/9).

Bahkan, katanya, kawasan pantura di Tuban merupakan lokasi yang rawan, karena kecelakaan antara Bus Jaya Utama dan mobil Suzuki Carry di Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Tuban pada Kamis (24/9) siang menyebabkan tujuh orang tewas, enam di antaranya merupakan satu keluarga.

Mereka yang tewas dari satu keluarga yakni pasutri Mashuri (47) dan Yuliati (39), Fita Anggraeni (19), Venny Anggraeni (16), Abu Bakar (9), dan seorang balita berusia tujuh bulan, Naswa. Mereka warga jalan Kolonel Sugiono 5, Malang.

Korban meninggal lainnya yakni Paeman (40), asal Sragen, Jawa Tengah, dari awak bus Jaya Utama.

Selain itu, ditemukan tiga korban luka parah dari penumpang bus dan sekarang ini terpaksa harus menjalani rawat inap di RSUD dr R. Koesma, Tuban, M. Kholiq (38), Rotun (25) dan anaknya yang masih berusia empat tahun, Intan Nurcahyati.

“Pada hari yang sama (24/9) pukul 21.00 WIB, kecelakaan terjadi lagi di jalur pantura Tuban dengan empat orang tewas akibat dua sepeda motor yang bertabrakan di jalan raya di pantura di Desa Magersari, Kecamatan Plumpang, Tuban,” katanya.

Kecelakaan di pantura Tuban yang menewaskan tujuh orang itu mendapat perhatian Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Anton Bahrul Alam yang meninjau langsung lokasi kecelakaan di Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Tuban.

Tidak hanya korban jiwa, kecelakaan yang terjadi selama arus mudik dan balik Lebaran 2009 juga menyebabkan kerugian materi.

ant/fid

lowongan pekerjaan
PT.SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…