Sabtu, 26 September 2009 14:30 WIB Ekonomi Share :

Pemerintah siap sesuaikan subsidi BBM

Jakarta–Pemerintah menyatakan siap untuk menyesuaikan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri antara kemampuan implementasi serta kemampuan keuangan dengan kepentingan nasional.

Berdasarkan usulan penghapusan subsidi BBM dalam forum G20, Direktur Perencanaan Makro Bappenas Bambang Priambodo menyatakan hal tersebut merupakan kesepakatan besar hasil komitmen bersama yang implementasinya tetap disesuaikan dengan kondisi negara masing-masing.

“Mengenai subsidi BBM, kita kembali kepada intinya sebetulnya bagi kita akan kita sesuaikan dengan kepentingan nasional. Kita akan sesuaikan dengan kemampuan implementasi maupun kemampuan keuangan negara kita. Sehingga memang tidak sebesar negara-negara yang memang mempunyai atau mendapatkan pengaruh yang besar,” ujar Bambang ketika dihubungi wartawan, Jumat (25/9).

Bambang menambahkan, subsidi BBM seharusnya bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat yang kurang mampu dan disesuaikan dengan waktu politik. Tantangan bagi pemerintah adalah pencapaian subsidi kepada masyarakat yang kurang mampu.

Untuk harga minyak dunia sekitar US$ 65 per barel atau di bawah US $ 70 per barel, Bambang menganggap harga tersebut masih dalam jangkauan dan masih wajar. Dengan kenaikan harga minyak yang rendah akan berdampak pada kenaikan harga tidak terlalu besar karena biaya transportasi tidak terlalu naik.

Jika ada penyesuaian harga minyak hingga di atas US$ 70 per barel dan subsidi BBM dikurangi maka perlu dilakukan realokasi kepada masyarakat yang kurang mampu sehingga tidak memengaruhi kemampuan ekonomi dan daya beli masyarakat.

“Kalaupun setelah melalui perhitungan yang matang, akan ada pertimbangan yang ada secara sosial, baik secara kemampuan ekonomi maupun kemampuan pertahanan, daya beli masyarakat tidak berpengaruh,” jelas Bambang.

dtc/fid

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…