Sabtu, 26 September 2009 13:05 WIB Internasional Share :

Kuwait seru masyarakat Internasional akhiri pendudukan Israel

New York–Sheikh Naser Al-Mohammad Al-Ahmad As-Sabah, Perdana Menteri Kuwait, Jumat, menyeru Dewan Keamanan (DK) PBB dan masyarakat internasional melakukan semua tindakan yang diperlukan guna menghentikan pendudukan Israel.

Ketika berpidato pada pertemuan ke-64 Sidang Majelis Umum PBB, Sheikh Naser menyampaikan keprihatinan besar mengenai situasi di Palestina.

“Dengan begitu banyak kesedihan dan kepedihan, masalah Palestina tetap tak terselesaikan selama enam dasawarsa sekarang,” katanya, “tak peduli ada sejumlah gagasan dan upaya internasional yang dilancarkan oleh sejumlah pihak regional dan internasional.”

Sheikh Naser, yang mengutuk agresi Israel ke wilayah pendudukan, terutama serangan ke Jalur Gaza, Desember lalu, yang menewaskan lebih dari 1.400 orang Palestina, menyeru masyarakat internasional, terutama Dewan Keamanan, “agar mengemban tanggung jawab mereka”.

Sheikh Naser, yang mendesak mereka “melakukan semua tindakan yang diperlukan”, mengatakan karena Israel melanggar hukum kemanusiaan internasional, sangat penting untuk “menghadapi kegiatan permukimannya serta kebijakan penghukuman kolektif yang diberlakukannya atas rakyat Palestina”.

Perdana Menteri Kuwait tersebut mengutip laporan Misi Pencari Fakta PBB, yang ia katakan secara jelas membuktikan pasukan Israel melakukan kejahatan perang selama agresi brutal ke Jalur Gaza tahun lalu.

“Oleh karena itu, pendapat kami ialah wajib atas Dewan Keamanan dan PBB untuk melaksanakan tanggung jawab yang mereka pikul,” katanya.

ant/fid

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…