Sabtu, 26 September 2009 21:04 WIB News Share :

Bus Parahyangan terguling, 8 Tewas

Subang–Sebuah bus pariwisata Parahyangan B 7123 YK yang mengangkut rombongan pelancong asal Serpong, Tangerang, Provinsi Banten, terguling di lokasi tanjakan Cicenang, tepatnya di bawah kawasan pariwisata Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu petang (26/9) pukul 17.00 WIB.

Dalam insiden tersebut dilaporkan delapan orang meninggal dunia.

Keterangan yang diperoleh menyebutkan, bus tiga perempat yang baru keluar dari pintu gerbang kawasan wisata Tangkuban Prahu tersebut sedang menyusuri turunan tajam Cicenang dan tiba-tiba saja oleng serta menabrak sebuah sedan Timor D 3219 TC yang sedang parkir di bahu jalan.

“Setelah itu, bus terguling sampai tiga kali,” kata Eko, saksi mata yang sesaat setelah kejadian juga baru keluar dari Tangkuban Parahu.

Yudi, seorang warga Ciater, mengaku mengetahui tergulingnya bus pariwisata tersebut akibat sopir tak mampu mengendalikan kemudi.

“Akibat remnya blong,” kata Yudi.

Peristiwa tersebut sontak membuat lalu-lintas Jalan Raya Cicenang mengular dan macet karena para pengemudi dan penumpang kendaraan yang melihat bus tersebut melambatkan kendaraan mereka.

Tapi, berkat kesigapan Polisi Lalu Lintas Polres Subang, antrean kendaran berhasil diurai dan lau-lintas lancar kembali. Sementara itu, evakuasi dilakukan atas jasad sejumlah korban meninggal dunia, luka berat, dan ringan ke Puskesmas Jalan Cagak.

Di antara korban yang meninggal dunia adalah Saskia Salsabila (4 ), Nasih (40), Jayadi (5), Nengsih (45), Enih (35), Maryati (35), Edi (50). Satu lagi belum diketahui identitasnya.

Sedangkan yang mengalami luka berat adalah Kony (95), Misar (45), Solihin (24), Nenih (34), Suaenih (21), Suwandih (11). Satu korban meninggal dunia dan tujuh luka berat sudah dirujuk ke Rumah Sakit Ciereng.

Ajun Komisaris Besar Sugiyono, Kepala Polres Subang, masih belum dapat memberikan keterangan ihwal sebab-sebab kecelakaan itu.

“Kami masih melakukan olah tempat kejadian perkara,” kata Sugiyono.

tempointeraktif/fid

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…