Sabtu, 26 September 2009 17:03 WIB News Share :

7 Orang tewas dalam kecelakaan di Brebes

Brebes–Tujuh orang tewas dalam dua kejadian kecelakaan di jalur Pantura Brebes, Sabtu (26/9). Kecelakaan itu terjadi di Desa Pesantunan, Kecamatan Brebes, dan Desa Tengguli, Kecamatan Tanjung. Salah satunya menewaskan satu keluarga berjumlah enam orang.

“Ini menjadi catatan agar para pemudik berhati-hati dalam perjalanan kembali dari mudik,” ujar Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Brebes, Ajun Komisaris Matrius SIK, Sabtu.

Menurut Matrius, kecelakaan di dua tempat tersebut melibatkan mobil pribadi, truk, dan sebuah bus jurusan Jakarta.

Hasil pantauan di lokasi kejadian, kecelakaan paling parah terjadi di ruas jalan Pantura Desa Tengguli yang menewaskan satu keluarga terdiri dari enam orang sekitar pukul 10.00 WIB.

Korban tewas adalah penumpang sedan Nissan bernomor polisi A-1480-CL yang bertabrakan dengan Toyota Kijang K 8996 DF. “Seluruh penumpang sedan Nissan yang tewas merupakan satu keluarga,” ujar Matrius.

Matrius mengatakan dalam kecelakaan tersebut tiga orang tewas di lokasi kejadian, sementara tiga lainnya tewas saat dibawa ke rumah sakit. Keenam korban tewas, yakni Warijan (48 tahun), Wariyem (41 tahun), Lina Herlina (6 tahun). Mereka warga perumahan Krakatau Cilegon, Banten.

Tiga korban tewas lainnya belum diketahui identitasnya, di antaranya dua anak-anak diperkirakan berusia sekitar satu tahun dam 13 tahun. Sedangkan satu korban lain yang juga belum diketahui identitasnya adalah seorang ibu berumur sekitar 50 tahun.

Sementara penumpang mobil Kijang yang berjumlah empat orang hanya luka ringan dan masih dirawat di Puskesmas Tanjung. Mereka adalah Azis Mukidin (33 tahun), Eti Mulyaningsih (29 tahun), Ara (9 tahun) dan Lala (6 tahun), semunya warga Purwodadi.

Berdasarkan informai dari sejumlah saksi, kecelakaan bermula ketika sedan yang dikemudikan Warijan melaju kencang dari timur ke barat tujuan Jakarta. Namun, kendaraan tiba-tiba oleng ke kanan menerobos pembatas jalan hingga ke jalur berlawanan arah.

“Kecelakaan tak terhindarkan ketika dari arah barat melaju kencang Kijang warna hijau,” ujar Rustam Aji, salah sorang saksi yang melihat kejadian.

Menurut Rustam, kecelakaan terjadi akibat jarak kedua kendaraan sangat dekat, sehingga di antara pengemudi tak bisa menghentikan laju kendaraan secara mendadak.

Sebelumnya, sekitar pukul 02.00 dini hari, kecelakaan juga terjadi antara truk pengangkut tabung gas G 1546 G dan bus Gunung Mulia AD 1615 AB jurusan Solo-Jakarta di jalur Pantura Brebes, tepatnya di ruas jalan pantura di desa Pesantunan sekitar pusat penjualan oleh-oleh khas Brebes yang berjarak lebih kurang sekitar satu kilometer dari Kota Brebes.

Selain menewaskan penegemudi bus, kecelakaan ini mengakibatkan empat penumpang, salah satunya balita, luka berat.

“Seorang sopir bus tewas dan empat penumpang luka. Saat ini mereka sedang dirawat di rumah sakit,” ujar Warso, salah seorang pedagang oleh-oleh khas daerah yang saat itu melihat kejadian kecelakaan.

Menurut Warso, kecelakaan yang sempat mengejutkan sejumlah pedagang ini nyaris menutup jalur kereta api, karena bus masuk ke jalur rel kereta yang kebetulan berada di delat jalan pantura dan nyaris terseruduk kereta api yang kebetulan melintas ke arah timur. “Bus ringsek dan terperosok. Kondisi ini mengakibatkan sopirnya meninggal,” ujar Warso.

Warso mengatakan bus Gunung Mulia terperosok ke arah kiri karena berusaha menghindari truk dari arah barat yang menerobos lajur jalan dari arah berlawanan.

Aris Supriyatin, 23 tahun, warga Prambon Trenggalek Jawa Timur, yang masih dirawat di rumah sakit, mengaku saat kecelakaan para penumpang sedang terlelap tidur. “Saya tak tahu, tiba-tiba saya terkejut oleh suara benturan keras dan kepala saya terkena pecahan kaca hingga berdarah,” katanya.

tempointeraktif/fid

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…