Jessica Alba kenakan batik pada sebuah acara red carpet perusahaan mobil terkemuka--Jogjacity
Jumat, 25 September 2009 16:39 WIB Sragen Share :

Pimpinan Dewan terkatung-katung, FKN ancam boikot agenda kedewanan

Sragen (Espos)–Fraksi Karya Nasional (FKN) DPRD Sragen mengancam bakal memboikot seluruh agenda kedewanan menyusul terkatung-katungnya nasib pimpinan Dewan definitif.

Berlarut-larutnya penetapan pimpinan DPRD definitif tersebut dinilai telah membuat berbagai agenda kedewanan menjadi terhambat. Sekretaris FKN Mahmudi Tohpati kepada Espos Jumat (25/9) mengatakan, pimpinan sementara DPRD mestinya segera mengambil langkah untuk mempercepat penetapan pimpinan definitif.

Berbagai langkah yang bisa diambil di antaranya adalah dengan menggelar rapat pimpinan yang terdiri atas unsur pimpinan fraksi untuk membahas masalah tersebut.

Mengingat hinggat saat ini unsur pimpinan DPRD yang belum ditetapkan adalah dari PDIP, maka Mahmudi juga mengusulkan seluruh fraksi membuat surat kepada pimpinan sementara untuk segera mengambil langkah terbaik. Pimpinan fraksi juga bisa meminta klarifikasi terhadap pimpinan sementara terkait mandegnya agenda penetapan pimpinan definitif.

“Kami juga meminta pimpinan sementara membuat surat kelembagaan DPRD yang ditujukan kepada DPP PDIP untuk segera menetapkan nama wakilnya yang duduk di unsur pimpinan DPRD. Kami tidak akan menunjuk nama, siapapun orangnya yang direkomendasikan PDIP akan kami dukung. Yang penting bagaimana agenda kedewanan bisa segera dimulai,” ujarnya.

Mahmudi mengatakan, jika pimpinan definitif tidak segera ditetapkan maka DPRD Sragen tidak akan bisa memulai kerjanya. Apalagi sudah banyak agenda kedewanan yang harus segera diselesaikan dalam waktu dekat yang menyangkut hajat hidup warga Sragen.

“Jika terus berlarut-larut seperti ini maka FKN akan mengambil sikap politis dengan memboikot berbagai agenda kedewanan. Terus terang kami kasihan pada warga Sragen yang sudah lama menunggu kinerja dewan,” tegas wakil dari Partai Amanat Nasional (PAN).

isw

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…