Jumat, 25 September 2009 16:33 WIB Hukum Share :

Perampok beraksi gasak uang tunai Rp 20 juta

Solo (Espos)–Kawanan perampok beraksi di Nana Fashion yang merupakan toko fesyen dan jasa gesek tunai untuk kartu kredit di Jl Cipto Mangunkusumo No 12B Purwonegaran, Sriwedari, Laweyan, Solo, Jumat (25/9) siang.

Selain menyekap penjaga toko, Devi Ananingsih, 22, warga Mojosongo, Jebres, dua perampok juga menggasak uang tunai lebih dari Rp 20 juta serta barang berharga lainnya dari lokasi kejadian.

Dua pelaku beraksi sekitar pukul 12.00 WIB saat warga menunaikan ibadah Salat Jumat.

Informasi yang dihimpun Espos di lokasi kejadian menyebutkan, dua pelaku datang ke lokasi kejadian berpura-pura untuk melakukan transaksi gesek tunai. Dua pelaku diduga mengendarai sepeda motor Suzuki Shogun. Namun, ada versi lain yang mengatakan, pelaku mengendarai sepeda motor Honda Supra.

Dua pelaku yang salah satunya memiliki ciri-ciri fisik gemuk, warna kulit hitam dan tinggi badan 165 sentimeter tersebut kemudian diminta memfotokopi KTP. Namun, bukanya memfotokopi KTP, pelaku langsung melakukan pemukulan ke arah wajah korban.

Setelah dipukul, pelaku menyekap korban. Mulut korban ditutup dengan tangan pelaku dan kakinya diikat dengan lakban. Pelaku kemudian menutup rolling door toko tersebut.

Saat itu pelaku menggasak uang yang ada di laci dan barang berharga lainnya seperti Ponsel Nokia N70 milik korban.

Aksi tersebut sempat diketahui oleh Mohamad Noordyatno, 31, warga Tegalharjo, Jebres yang hendak melakukan transaksi di tempat tersebut.
“Awalnya saya datang untuk transaksi. Tapi diminta aktivasi dulu di bank. Saya pergi dan beberapa saat kembali. Pintu hanya sedikit terbuka dan saya mendengar teriakan dari dalam toko,” ungkap dia.

Karena curiga, Noordyatno kemudian memanggil pegawai Kantor Pos Sriwedari, Sriyono, 40, yang kantornya bersebelahan dengan toko itu.

Warga lainnya, Haryono juga mendatangi lokasi kejadian. Mereka kemudian mengetok pintu untuk mengetahui kejadian yang ada di dalam toko.

Seorang pelaku membuka pintu dan mengatakan korban sedang ada masalah dengan pacarnya, namun sudah diselesaikan. Warga tidak begitu saja percaya dan tetap ingin masuk toko. Dengan tenang pelaku mengaku jika korban sedang tidak berpakaian. Warga mengingatkan, jika ingin pacaran tidak perlu di dalam toko.

Warga mengurungkan niatnya masuk ke dalam toko. Seorang pelaku kemudian mengambil sepeda motor yang diparkir di depan toko ke dalam toko. Warga yang semakin curiga kembali mendekati toko. Namun pada saat yang bersamaan, dua pelaku langsung kabur dengan mengendarai sepeda motor dari dalam toko.

Korban ditemukan di pojok bagian belakang toko dalam kondisi terikat kakinya. Pelaku yang kabur ke arah utara sempat dikejar. Bahkan, pelaku sempat menabrak orang hingga jatuh. Namun, mereka kembali mengendarai sepeda motor dan kabur ke arah timur.

Polisi yang mengetahui kejadian tersebut langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Aparat juga memasang garis polisi di depan toko tersebut. Sejumlah saksi langsung dimintai keterangannya di Mapoltabes Solo.

Kapoltabes Solo Kombes Pol Joko Irwanto melalui Kasatreskrim Kompol Susilo Utomo menjelaskan, uang yang ada di laci sekitar Rp 24,9 juta. Namun, pelaku tidak mengambil semua uang dan tersisa sekitar Rp 4 juta.

“Kami masih menyelidikinya. Dari ciri-ciri fisik pelaku kami mendalami untuk memburu pelaku,” papar Susilo.

dni

lowongan kerja, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Bung Karno, Lenso, Cha Cha Cakrabirawa

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (2/6/2017). Esai ini karya Albertus Rusputranto P.A., pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah titusclurut@yahoo.co.uk Solopos.com, SOLO — Cakrabirawa adalah nama kesatuan pasukan penjaga Istana…