Jumat, 25 September 2009 18:40 WIB Klaten Share :

Pemkab kembali dropping air bersih

Klaten (Espos)–Pemkab Klaten kembali melakukan dropping air bersih ke sejumlah wilayah rawan krisis air. Dropping kembali dilakukan setelah kurang lebih selama sepekan dropping mandek akibat cuti bersama Lebaran yang dinikmati para Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Pada Jumat (25/9), sebanyak tiga truk tangki yang dimiliki Pemkab Klaten sudah mulai beroperasi kembali.

“Baru hari ini dropping air dimulai. Hari pertama kami awali dropping di daerah yang paling rawan kekeringan,” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Pemkab Klaten Suwardi ketika ditemui wartawan di kompleks Pemkab setempat.

Daerah paling rawan krisis air bersih saat ini berada di wilayah Kemalang dan Tulung. Suwardi mengakui, selama dropping mandek, sejumlah wilayah telah menyampaikan laporan adanya krisis air bersih. Namun, koordinasi dengan sejumlah pihak swasta yang telah menyampaikan komitmennya untuk membantu mengatasi krisis air bersih telah dilakukan.

Pihak swasta tersebut dapat menutup mandeknya dropping air yang dilakukan Pemkab Klaten dengan mengirim pasokan air bersih ke lokasi terkait.
“Memang ada laporan krisis air. Tetapi tidak ada yang fatal, istilahnya tidak ada yang sampai parah sekali,” urai dia.

Suwardi meminta masyarakat maklum bila dropping air bersih yang dilakukan di wilayah Kemalang dan sekitarnya tidak bisa maksimal. Bagaimanapun juga topografi wilayah Kemalang yang berada di perbukitan ikut menentukan seberapa sering kendaraan dapat menempuh lokasi dimaksud.

Data di Bagian Kesra Setda Pemkab Klaten menunjukkan 29 desa dari 401 desa/kelurahan yang ada di Klaten mengalami krisis air bersih. Puluhan desa itu tersebar di sedikitnya lima kecamatan di Klaten. Sementara total desa yang dianggap rawan mencapai 31 wilayah dan tersebar di enam kecamatan. Kecamatan itu adalah Kemalang sebanyak 12 desa, Jatinom mencapai delapan desa, Karangnongko mencapai lima desa, sementara Tulung, Manisrenggo, dan Bayat mencapai dua desa.

haa

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…