Jumat, 25 September 2009 18:57 WIB Boyolali Share :

Minim, penggunaan jamban di Boyolali

Boyolali (Espos)–Tingkat penggunaan jamban (kakus-red) oleh masyarakat Boyolali mencapai 73 persen. Meski cukup tinggi, namun di sejumlah daerah, penggunaan jamban masih minim.
Jika dipersentase secara umum penggunaan jamban di Kota Susu telah mencapai 73 persen, dari target 80 persen. Namun di sejumlah kecamatan, seperti Wonosegoro, Juwangi, Kemusu dan daerah-daerah minim air bersih lain, persentase penggunaan jamban belum menggembirakan.

Misal di Wonosegoro, penggunaan jamban baru mencapai 53,4 persen. Padahal, target 70 persen.

“Minimnya ketersediaan air bersih, sebagai penyebab utama masyarakat enggan menggunakan jamban,” ucap Kasi Penyehatan Lingkungan dan Tempat Umum, Dinas Kesehatan Kota Boyolali, Eko Budi Siswanto, belum lama ini.

Masih menurut Eko, ketersediaan air bersih di daerah-daerah kering seperti Kecamatan Wonosegoro dan Juwangi masih sangat minim. Padahal penggunaan jamban terkait erat dengan ketersediaan air bersih.

Penyebab lain minimnya penggunaan jamban, dipengaruhi perilaku hidup sehat masyarakat belum menunjukkan sikap positif.

Sehingga masih diperlukan sosialisasi sanitasi hidup sehat bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

Sedangkan untuk wilayah perkotaan, sudah menunjukkan persentase cukup tinggi. Misal di Kecamatan Boyolali Kota, penggunaan jamban sudah mencapai 86 persen dari target 80 persen.

Masuknya jaringan air bersih PDAM, memberikan pengaruh signifikan bagi perubahan pola hidup masyarakat. Dengan tersedianya air bersih, masyarakat akan memiliki fasilitas sanitasi yang memadai.

Terkait penggunaan jenis jamban, sesuai standar, penggunaan jamban leher angsa yang paling direkomendasikan. Namun, model seperti itu membutuhkan banyak suplai air bersih.

dwa

lowongan kerja
lowongan kerja SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Utang sebagai Investasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (20/7/2017). Esai ini karya Tasroh, aktivis Banyumas Policy Watch dan alumnus Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang. Alamat e-mail penulis adalah tasroh@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat ini utang pemerintah tercatat Rp3.672,33 triliun. Perinciannya adalah status…