Jumat, 25 September 2009 11:15 WIB News Share :

Bejo cari penginapan Noordin, Kedu setir bom mobil Jatiasih

Jakarta–Rahmad Puji Laksono alias Bejo dan Supono alias Kedu telah ditetapkan sebagai tersangka terorisme sejak 23 September 2009. Bejo berperan mencarikan tempat penginapan untuk Noordin M Top. Sedangkan Kedu terlibat pemufakatan terorisme.

Keterlibatan Bejo dan Kedu ini disampaikan oleh Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna melalui pesan singkat yang diperoleh wartawan, Jumat (25/9).

Bejo dikenai pasal 6,9,13 dan 15 UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Bejo diduga diminta oleh Urwah untuk mencari tempat menginap untuk Noordin dan beberapa kali bertemu dengan Noordin, termasuk di rumah Hadi Susilo alias Adib di Kepuhsari, Mojosongo, Jebres, Solo.

Di sana, Bejo dan Noordin menginap selama 8 hari sebelum bom Mega Kuningan serta sempat mengantar Urwah dan Noordin ke Jakarta.

Sedangkan Supono alias Kedu dikenai pasal 6,7,9, 13 dan 15 UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Kedu diduga terlibat pemufakatan terorisme bersama Air Setiawan atas perintah Urwah untuk menyetir mobil pick up merah untuk bom mobil ke Jatiasih, Bekasi.

Dalam penggerebekan di Solo, Bejo ditagkap Densus 88 di Pasar Gading  16 September pukul 11.30 WIB. Kemudian pada pukul 15.00 WIB, Kedu juga ditangkap. Tanggal 17 September, Noordin tewas dalam penggerebekan di rumah kontrakan Susilo.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…