Kamis, 24 September 2009 17:00 WIB Hukum Share :

Silinder rem patah, penumpang Prameks dialihkan

Solo (Espos)–Penumpang kereta api (KA) Prameks jurusan Solo-Kutoarjo harus pindah KA setelah dua buah silinder rem KA tersebut patah di dekat Stasiun Balapan Solo, Kamis (24/9) siang.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 12.40 WIB saat KA dari arah Stasiun Jebres hendak masuk Stasiun Balapan melalui jalur satu. Setelah KA dengan nomor loko KDE-07206 melintas perlintasan KA Gilingan, tiba-tba silinder rem sebelah kiri yang ada di loko patah.

Silinder rem tersebut menyangkut rel di titik W7cd. KA tersebut tetap berjalan dan sekitar 20 meter giliran silinder rem sebelah kanan yang patah di W8cd. KA Prameks tersebut harus berhenti beberapa meter sebelum Stasiun Balapan.

Silinder rem sebelah kiri seberat 75 kilogram masih tersangkut di rel KA. Sedangkan silinder rem sebelah kanan terpental di sekitar jalur rel KA.

“Kemungkinan dua silinder rem tersebut patah. Yang satu masih menyangkut di rel KA,” ungkap seorang petugas PT KA, Imam Djunaedi kepada wartawan di lokasi kejadian.

Namun, dia belum bisa memastikan penyebab dari kejadian tersebut karena yang akan melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut dari tim teknis PT KA.

Djunaeni menjelaskan, ketika itu KA dari Stasiun Jebres itu hendak masuk jalur satu. Namun, kata dia, tiba-tiba ada silinder rem yang patah. Selain patahnya silinder rem, kejadian tersebut juga menyebabkan saluran air pendingin radiator juga rusak.

Penumpang Prameks yang hendak menuju Yogyakarta dan Kutoarjo sempat menunggu beberapa saat di dalam KA. Namun, petugas dari Stasiun Balapan akhirnya meminta penumpang untuk turun dan pindah ke KA lainnya untuk melanjutkan perjalanan.

dni

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…