Kamis, 24 September 2009 18:40 WIB Hukum Share :

Pemulangan 3 jenazah diduga teroris tak bisa bersamaan

Solo (Espos)--Pemulangan tiga jenazah korban tewas dalam penggerebekan oleh Densus 88 Antiteror di Kepuhsari RT 03/RW XI Mojosongo, Jebres diperkirakan tidak bisa dilakukan secara bersamaan.

Menurut Sekretaris Islamic Study and Action Center (ISAC) Endro Sudarsono yang menjadi kuasa hukum Bagus Budi Pranoto alias Urwah dan Ario Sudarso alias Aji, kabar yang diterima dari Satgas Bom Mabes Polri, pemulangan akan dilakukan satu persatu.

Rencananya, Jumat (25/9) pemulangan untuk Ario, Sabtu (26/9) pemulangan jenazah Urwah dan terakhir Minggu (27/9) untuk pemulangan Susilo.

“Ini kabar yang baru kami terima Kamis sore dari Jakarta,” ungkap Endro kepada Espos di Mapoltabes Solo, Kamis (24/9).

Dia mengatakan, alasan dari pemulangan tersebut tidak dilakukan secara bersamaan karena proses identifikasi yang belum selesai. Dengan rencana tersebut, pihak ISAC akan berangkat ke Jakarta, Jumat pagi untuk mendampingi adik Ario, Sardi Hadi Priyanto.

“Nanti Jumat, Kurniawan (Ketua ISAC) berangkat mendampingi keluarga Ario. Sedangkan saya berangkat Sabtu mendampingi keluarga Urwah. Padahal saat ini pihak keluarga sudah di sini,” ungkap Endro.

Dia menjelaskan, sesuai dengan rencana awal, jenazah Ario akan langsung dibawa ke Kedungjampang, Karangreja, Kutasari, Purbalingga. Sedangkan, jenazah Urwah dibawa ke Mijen, Kaliwungu, Kudus.

Sementara itu, Tim Pengacara Muslim (TPM) selaku kuasa hukum Susilo, berangkat ke Jakarta, Kamis siang. TPM berangkat bersama kakak Susilo, Supriyanto.

Anggota TPM Anies Prijo mengatakan, pihaknya bertemu dengan Kasatreskrim Poltabes Solo Kompol Susilo Utomo dan pihaknya menanyakan apakah benar yang tewas di Mojosongo adalah Susilo.

“Dia membenarkan dan kami diminta berangkat ke Jakarta untuk mengambil jenazah,” ungkap Anies.

dni

lowonga kerja
lowongan kerja penerbit duta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Ketahanan Psikologis Mencegah Pelajar Bunuh Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/6/2017). Esai ini ditulis Ahmad Saifuddin, dosen di Institut Agama Islam Negeri Surakarta dan Sekretaris Lakpesdam PCNU Kabupaten Klaten. Alamat e-mail penulis adalah ahmad_saifuddin48@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Pada Sabtu (3/6/2017) saya terkejut ketika membaca Harian…