Kamis, 24 September 2009 17:11 WIB Sukoharjo Share :

FPI
Spanduk provokatif picu kondisi Solo tak kondusif

Sukoharjo (Espos)--Spanduk penolakan terhadap teroris yang marak terpasang di beberapa titik di Solo menuai reaksi keras dari Front Pembela Islam (FPI). Pemasangan spanduk bernada provokatif oleh orang yang tidak bertanggung jawab tersebut, dinilai dapat mengakibatkan kondisi di wilayah Solo tidak kondusif.

Ketua DPW FPI Solo, Choirul RS menyesalkan tindakan diam kepolisian yang terkesan membiarkan orang yang membuat provokasi. Untuk itu, pihaknya berharap aparat kepolisian segera turun tangan menertibkan spanduk bernada provokasi yang menolak kedatangan jenazah Urwah dan Susilo yang tewas dalam penyergapan Densus 88 di Mojosongo pekan lalu.

“Kami juga mendesak agar para provokatif maupun oknum yang berkepentingan untuk segera menghentikan cara-cara yang menyulut umat Islam. Jika ini dibiarkan maka kami siap menurunkan laskar untuk mensterilkan spanduk-spanduk itu,” terangnya dalam jumpa pers yang digelar di Markas FPI Perum Grogol Indah, Rabu (23/9).

Selain siap mensterilkan spanduk bernada provokatif, Choirul juga mengatakan bakal menantang siapapun oknum maupun kelompok masyarakat yang menolak kedatangan jenazah Urwah dan Susilo di Solo.

ufi

Bagian Sirkulasi SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Kota Penyair Perlawanan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (16/8/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, novelis dan esais yang tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dalam rangka memperingati hari proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 1982,…