Kamis, 24 September 2009 17:29 WIB News Share :

Bus tabrak mobil, 7 tewas

Bojonegoro–Tabrakan antara bus Jaya Utama dengan mini bus Suzuki Carry di jalur pantura di Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Kamis (24/9) pukul 10:45 WIB mengakibatkan tujuh orang tewas.

“Kami masih belum tahu penyebab pasti terjadinya kecelakaan itu,” kata Kasubag Lantas Polwil Bojonegoro, Kompol Gufron LI.

Hanya diperkirakan sementara, kecelakaan tersebut terjadi akibat kedua kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi dan langsung beradu “muka”.

Ketika itu, kendaraan bus Jaya Utama dengan Nopol L 8985 NO yang dikemudikan Nasri (24), asal Desa Modo, Kecamatan Modo, Lamongan, yang melaju dari arah timur langsung bertabrakan dengan Suzuki Carry dengan Nopol N 1882 AC yang dikemudikan Mashuri (47), asal Malang.

Dari keterangan yang diperoleh, ketika itu, kendaraan Suzuki Carry yang dikemudikan Mashuri, dari arah barat melaju oleng ke arah kanan mengambil jalur di jalan kendaraan dari arah berlawanan.

Sementara dari arah berlawanan melaju kencang bus Jaya Utama, sehingga tabrakan prontal tidak bisa dihindari. Carry terseret hingga sekitar 15 meter.

Diperkirakan, pengemudi Suzuki carry Mashuri yang saat itu meangkut keluarganya yang baru berlebaran dari Kudus, Jawa Tengah dan dalam perjalanan pulang ke Malang itu, dalam kondisi mengantuk.

“Tujuh korban yang tewas sekarang dirujuk ke RSUD dr Koesma Tuban, termasuk yang menderita luka-luka,” kata Gufron menjelaskan.

Mereka yang tewas dari satu keluarga yakni pasutri Mashuri (47) dan Yuliati (39), Fita Anggraeni (19), Venny Anggraeni (16), Abu Bakar (9) dan dan seorang balita berusia tujuh bulan, Naswa. Mereka warga jalan Kolonel Sugiono 5, Malang.

Sedangkan korban meninggal lainnya yakni Paeman (40), asal Sragen, Jawa Tengah, dari awak bus Jaya Utama. Selain itu, ditemukan tiga korban luka parah dari penumpang bus dan sekarang ini terpaksa harus menjalani rawat inap di RSUD dr R. Koesma, Tuban, M. Kholiq (38), Rotun (25) dan anaknya yang masih berusia empat tahun, Intan Nurcahyati.

ant/fid

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…