Kamis, 24 September 2009 18:06 WIB Solo Share :

Boyongan pedagang Windujenar, jalan dialihkan

Solo (Espos)–Para pedagang Pasar Windujenar, Jumat (25/9) sore akan menggelar hajatan besar kirab boyongan dari pasar darurat di Sriwedari ke bangunan baru di kawasan Ngarsapura depan Pura Mangkunegaran. Sekitar 700-800 orang diperkirakan ikut ambil bagian dalam kirab tersebut.

Demi kelancaran jalannya kirab yang juga diikuti lurah dan perwakilan pedagang dari 41 pasar tradisional tersebut, sepanjang rute yang dilalui mulai dari depan Sriwedari melalui Jl Slamet Riyadi sampai Perempatan Pasar Pon bakal ditutup untuk kendaraan tepat pada pukul 15.00 WIB. Namun demikian, pengalihan arus lalu lintas sudah akan dilakukan mulai dari Kerten, kecuali kendaraan yang sudah terlanjur melaju ke arah timur akan dialihkan ke cabang jalan terdekat, misalnya Jl dr Wahidin atau Jl dr Moewardi bagi kendaraan yang sudah sampai Perempatan Gendengan, Jl dr Cipto, Jl Sutomo, dan Jl Bayangkara.

“Untuk pengalihan arus kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Satlantas Poltabes. Sedangkan untuk pengamanan kami sudah koordinasi dengan Kesbangpol dan Linmas, TNI, Polisi, Satpol PP, dan Pemadam Kebakaran. Akan ada sekitar 300 personel pengamanan yang disiagakan,” jelas Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Solo, Subagiyo, saat menggelar konferensi pers di kantor dinas setempat, Kamis (17/9) lalu.

Subagiyo menambahkan, kirab boyongan pedagang Pasar Windujenar diperkirakan memang akan menjadi peristiwa kebudayaan yang cukup besar. Jumlah pesertanya diperkirakan mencapai 700-800 orang, terdiri atas kalangan pedagang Windujenar yang membawa aneka barang antik sebanyak 350 orang, barisan prajurit sebanyak 90-an orang, barisan kesenian gamelan corobalen, reog, wayang orang Sriwedari sekitar 250 orang.

shs

lowongan kerja
lowongan kerja CREATIVE DESAIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Fetisisme Ramadan

Gagasan Harian Solopos edisi Rabu (14/6/2017) ini karya Bagus Kurniawan, dosen Sastra Indonesia di Fakultas Ilmu Budaya UNS. Solopos.com, SOLO–Gejala yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan Ramadan mengalami anomali. Dalam paradigma spiritualitas Islam, Ramadan dianggap sebagai bulan bagi umat Islam utuk…