Kamis, 24 September 2009 18:02 WIB Hukum Share :

AGPS pasang spanduk penolakan terhadap terorisme

Solo (Espos)–Kelompok yang menamakan dirinya Aliansi Gerakan Pemuda Surakarta (AGPS) melakukan pemasangan puluhan spanduk penolakan terhadap terorisme di sepanjang Jl Slamet Riyadi Solo, Kamis (24/9).

Paling tidak ada sekitar 80 spanduk yang disiapkan kelompok tersebut. Dari pantauan Espos, puluhan anggota AGPS melakukan konvoi dengan sepeda motor. Pemasangan spanduk tersebut mulai dari simpang tiga Kleco. Di tempat tersebut, ada dua spanduk yang dipasang yaitu Berangus Teroris dari Bumi NKRI dan Berantas Teroris di Solo dan Sekitarnya.

Pemasangan dilanjutkan ke simpang tiga Faroka. Di tempat itu, ada dua spanduk yang dipasang yaitu Tumpas dan Lawan Segala Bentuk Terorisme di Masyarakat dan Tumpas Teroris Sampai Akar-akarnya. Spanduk yang disiapkan menggunakan digital printing dan cat semprot.

Namun, hanya beberapa saat spanduk yang ada terpasang di beberapa lokasi, sebagian di antaranya telah dilepas oleh sekelompok orang.

Berbeda dengan spanduk yang sebelumnya banyak beredar, kali ini di setiap pojok kanan spanduk tertulis AGPS.

“Kami tidak ingin dikatakan liar dan lelembut. Ini dilakukan semua komponen yang perduli dengan Solo,” ungkap Koordinator aksi, Kusuma Putra.

Kusuma menegaskan, pihaknya telah mengantongi izin dari Poltabes Solo dan Pemkot Solo untuk pemasangan spanduk tersebut. Dari surat izin dari Poltabes yang ditunjukkan tertulis surat nomor STTP/98/IX/2009/Intelkam untuk kegiatan aksi damai dan pemasangan spanduk.

Surat tersebut ditandatangani Kapoltabes Solo Kombes Pol Joko Irwanto tertanggal, Rabu (23/9) kemarin. Dia mengatakan, spanduk yang dipasang semuanya berisi imbauan dan ajakan untuk menolak terorisme.

dni

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Masih Ingin Jadi Pengarang?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (22/6/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, seorang penulis, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulias adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Timbul perasaan sedih, geram, geli, sekaligus haru tatkala membaca…