Rabu, 23 September 2009 11:41 WIB News Share :

Warga Desa Mijen tolak pemakaman Urwah

Kudus–Puluhan warga Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Desa setempat untuk menolak pemakaman jenazah Bagus Budi Pranoto alias Urwah, Rabu (23/9).

Warga yang tergabung dalam kelompok Forum Masyarakat Cinta Damai menggelar aksi unjuk rasa mulai pukul 09:00 WIB.

Mereka menggelar spanduk yang bertuliskan, “Warga Desa Mijen menolak aksi terorisme, jangan jadikan Kudus sarang terorisme, dan kami warga Kudus menolak pemakaman teroris di Kudus”.

Selain menolak pemakaman almarhum Bagus, warga juga menolak kedatangan jenazah tersangka teroris.

Untuk itu, puluhan warga desa tersebut mendesak kepada pemerintah desa setempat untuk bersikap tegas melarang kedatangan jenazah Bagus ke desa mereka.

“Kami minta pemerintah desa berani bersikap tegas menolak kedatangan jenazah Bagus, karena warga Kudus menolak segala aksi terorisme yang sangat merugikan banyak pihak,” kata perwakilan pengunjuk rasa yang juga Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Mijen Sukis Jiwantoro.

Ia menegaskan, aksi terorisme yang dilakukan Bagus bersama kawan-kawan yang dibungkus dengan nama jihad tidak bisa diterima masyarakat Indonesia, termasuk warga Desa Mijen.

Meskipun Urwah dilahirkan di Desa Mijen, warga tetap melarang jenazah teroris itu dimakamkan di kampung mereka.

“Apalagi, Urwah sudah tidak tercatat sebagai warga Desa Mijen,” ujarnya.

Ia menambahkan, penolakan pemakaman Bagus merupakan hasil keputusan warga, karena pihaknya khawatir mendapat julukan kampung teroris.

Aksi yang berlangsung di tengah kepadatan arus lalu lintas di jalan Kudus-Jepara cukup menyita perhatian para pengguna jalan yang melintas. Bahkan, beberapa pengendara menyempatkan diri melihat aksi tersebut.

Untuk mengamankan aksi tersebut agar tidak mengganggu arus lalu lintas, puluhan aparat Polres Kudus yang diterjunkan langsung bertindak sigap mengatur arus lalu lintas dan mengawasi para pengunjuk rasa agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

Setelah menggelar orasi selama beberapa menit, puluhan pengunjuk rasa tersebut mengalihkan aksinya ke Alun-alun Kudus, karena rencana menggelar dialog dengan perangkat desa setempat tak terpenuhi karena kegiatan pemerintahan masih dalam masa libur Lebaran.

Sebelum melakukan aksinya di alun-alun berakhir, para pengunjuk rasa membentangkan dua spanduk penolakan pemakaman Bagus di pagar Pemkab Kudus dan satu spanduk di Alun-alun Kudus.

Pemasangan spanduk penolakan pemakaman jenazah Bagus bertujuan untuk menggalang dukungan dari masyarakat Kudus.

Meskipun aksi unjuk rasa telah usai, para pengunjuk rasa tetap menggelar orasi dengan pengeras suara di atas mobil bak terbuka di sepanjang jalan menuju desa mereka.

ant/fid

lowongan pekerjaan
Bengkel Bubut, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…