Rabu, 23 September 2009 13:01 WIB Ah Tenane Share :

Tahan banting

230909ahtenaneSore itu, ibu-ibu warga Joyosuran, Solo yang sedang asyik ngrumpi di halaman sebuah rumah kedatangan seorang pedagang ember plastik keliling, sebut saja Jon Koplo.
”Maaf, ibu-ibu yang cantik-cantik, saya minta waktunya sebentar untuk berdemo menawarkan dagangan saya ini,” sapa Jon Koplo ramah. Ibu-ibu pun mulai tertarik.
”Ibu-ibu, ember-ember ini tahan banting! Beda dengan yang dijual di toko-toko,” terang Koplo sambil beraksi dengan membanting dan menginjak-injak ember dagangannya.
”Nah, gimana Bu? Percaya kan kalau ember-ember ini kuat dan tahan banting? Bahkan kalau diinjak oleh ibu ini pun dijamin nggak masalah!” pamer Koplo sambil menunjuk Lady Cempluk yang badannya paling jumbo. Merasa ditantang, Cempluk lalu maju.
”Nanti kalau jebol saya nggak tanggung jawab lho ya!” ujar Cempluk.
”Tenang saja, Bu. Kalau sampai jebol, saya yang tanggung jawab!” kata Koplo kemaki.
Setelah dibalikkan embernya, Cempluk lalu naik di atas ember tersebut sambil disemangati oleh ibu-ibu yang lain. ”Bu Cempluk! Jangan diam saja dong! Ayo loncat-loncat!” teriak Gendhuk Nicole memberi semangat. Ibu-ibu yang lain pun ikutan meneriakkan kata ”Loncat… Loncat…”
Seketika itu pula Cempluk langsung meloncat-loncat di atas ember itu. Namun karena saking semangatnya, ia hilang keseimbangan dan mendarat di tanah dengan bunyi mak gedebummm dengan posisi jatuh telentang. Melihat adegan yang super lucu itu ibu-ibu langsung ngakak. Begitu juga dengan Jon Koplo.
”Betul kan? Ember saya bukan hanya tahan banting tapi malah bisa membanting orang?” seloroh Koplo. Sementara itu Cempluk langsung bangun dan ngibrit sambil muni-muni kisinan. Kiriman Wasis Suharsono, Harjodipuran RT 01/VI, Jl Cisedane II No 8, Joyosuran, Solo.

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…