Rabu, 23 September 2009 18:02 WIB Hukum Share :

Spanduk tolak pemakaman jenazah diduga teroris terpasang di Solo

Solo (Espos)–Sejumlah spanduk yang berisi penolakan adanya pemakaman jenazah orang yang diduga terlibat kasus terorisme di Solo terpasang di berbagai sudut Kota Bengawan, Rabu (23/9).

Beberapa spanduk berisi tentang adanya penolakan jenazah di Solo serta ungkapan tentang penolakan terhadap terorisme. Namun, sebagian spanduk tersebut dilepas oleh sejumlah orang.

Dari pantauan Espos di beberapa lokasi di Solo, spanduk tersebut dibentangkan di beberapa lokasi terpisah, seperti di simpang empat ringroad Mojosongo, bundaran Tipes, Serengan, daerah Kawatan, Purwosari, Kleco hingga daerah Mangkunegaran.

Di bundaran Tipes terdapat tiga spanduk yang terpasang yang bertuliskan Masyarakat Solo Bersatu Tolak Teroris, Solo Tolak Jazad Teroris dan Say: No To Terrorist. Spanduk tersebut terpasang di tiga sisi bundaran Tipes, Serengan.

Spanduk tersebut menggunakan kain warna putih dengan tulisan menggunakan warna merah dan hitam. Tulisan tersebut menggunakan cat pylox. Sedangkan di beberapa lokasi lainnya, tulisan yang hampir serupa juga terpasang, namun menggunakan cetakan digital printing. Namun, sebagian spanduk yang telah terpasang itu, dilepas oleh sekelompok orang.

Warga sekitar patung Tipes mengaku tidak tahu menahu siapa yang memasang spanduk tersebut. Namun, diperkirakan spanduk tersebut dipasang Rabu (23/9) dini hari.

Sekretaris Islamic Study and Action Center (ISAC), Endro Sudarsono menjelaskan, spanduk penolakan jenazah orang yang diduga teroris sangat provokatif dan bisa memicu konflik horizontal. Dia berharap, aparat Poltabes Solo dan Satpol PP dapat segera melepas spanduk tersebut.

Ketua ISAC, Muh Kurniawan menilai tidak adanya penanggungjawab siapa yang memasang spanduk tersebut menyebabkan Solo tidak kondusif dan nada yang ada cenderung provokasi.

dni

LOWONGAN KERJA
DR. NORMA AESTHETIC CLINIC, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Lebaran dan Wartawan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (23/6/2017). Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Ilmu Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Lebaran tinggal menghitung jam. Semua sibuk menyambut. Tak terkecuali barisan juru…