Rabu, 23 September 2009 11:50 WIB News Share :

RI desak isu perubahan iklim di KTT G-20

Jakarta–Salah satu misi penting Presiden SBY dalam KTT G-20 adalah mendesak para pemimpin negara maju berkomitmen menekan emisi gas buang. Komitmen ini akan jadi dorongan bagi tercapainya konsensus global dalam KTT UNFCCC pada Desember mendatang.

Demikian papar Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal mengenai salah satu agenda Presiden SBY di KTT G-20 di Pittsburgh, AS. Hal ini dia sampaikan, Rabu (23/9), di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta.

“Jangan sampai pemimpin dunia dari negara-negara besar berkumpul di Pittsburgh dan negara-negara ini mencakup sebagian besar dari emisi dunia, tapi tidak ada statement soal perubahan iklim,” ujar Dino.

Komitmen dari para pemimpin negara anggota G-20 tersebut, menurut Dino merupakan dorongan tercapainya konsensus baru global menekan emisi gas buang dan efek rumah kaca. Draft konsensus pengganti Protocol Kyoto itu rencananya diputuskan dalam KTT UNFCCC di Coppenhagen, Denmark, pada Desember 2009.

Terkait upaya mendesakkan agenda penting ini, Presiden SBY akan jadi pembicara utama dalam sesi KTT G-20 yang membahas isu perubahan iklim.

“Di tengah upaya pemulihan krisis global ini, jangan melupakan masalah perubahan iklim yang juga sangat penting,” papar Dino tentang inti materi pidato Presiden SBY nanti.

Misi lain yang juga akan delegasi RI laksanakan adalah medesak agar G-20 ditetapkan sebagai lembaga tetap dan resmi dunia untuk masalah ekonomi. Jangan sampai forum yang terbukti cukup efektif cegah meluasnya krisis keuangan global justru dibubarkan setelah krisis berhasil diatasi.

“Kita tidak mau forum ini hilang setelah krisis, tapi dapat berjalan terus menerus. Karena forum ini juga merefleksikan perubahan ekonomi dunia yang tidak lagi ditentukan AS dan Eropa, tapi banyak negara yang menjadi kekuatan baru ekonomi dunia,” jelas Dino.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…