Selasa, 22 September 2009 20:09 WIB Hukum,Info Mudik,News Share :

Arus mudik di Jateng telan 24 korban tewas

Solo (Espos)–Polda Jateng mencatat kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) selama arus mudik Lebaran tahun ini mencapai 97 kecelakaan yang menelan 24 korban tewas.

Jumlah tersebut turun drastis jika dibandingkan dengan jumlah kecelakaan saat arus mudik tahun 2008 lalu yang mencapai 206 kecelakaan dengan 52 korban tewas.

Hal tersebut diungkapkan Kapolda Jateng Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo kepada wartawan di Mapoltabes Solo, Selasa (22/9).

“Untuk jumlah kecelakaannya turun sekitar 52,9%. Penurunannya cukup signifikan, tentunya saat arus balik diupayakan agar situasi yang ada tetap kondusif,” papar Kapolda.

Sedangkan untuk korban luka berat ada 24 orang, turun dari tahun lalu yang mencapai 63 orang serta 114 orang luka ringan. Jumlah korban luka ringan juga turun jika dibandingkan tahun 2008 lalu yang mencapai 260 orang.

Alex mengungkapkan, kasus kriminalitas yang terjadi selama arus mudik juga turun dari 58 kasus tahun 2008 menjadi 51 kasus.

“Semuanya mengalami penurunan. Harapan kami dan semua masyarakat agar semuanya tetap aman dan lancar,” papar Kapolda.

Untuk arus balik, Alex menegaskan, diperkirakan kepadatan arus akan mulai terjadi mulai Selasa malam. Namun, lanjut dia, jajaran kepolisian serta sejumlah instansi lainnya telah melakukan antisipasi terutama di beberapa daerah perbatasan.
Dia menjelaskan, beberapa lokasi yang menjadi perhatian adalah perbatasan Mantingan-Sragen, serta daerah Rembang.

Selain itu, kata dia, antisipasi juga dilakukan di jalur-jalur yang menuju Jawa Barat terutama yang hendak masuk jalan tol Kanci.

Kapolda juga menegaskan, di perlintasan KA, termasuk yang ada di daerah Banyumas diantisipasi.
“Saat mudik dari Jakarta menuju Jawa Timur, semuanya melintas melalui Jateng, begitu juga sebaliknya saat arus balik. Upaya maksimal akan dilakukan agar tidak terjadi kemacetan,” kata Alex.

dni

lowongan kerja
lowongan kerja PT. WATUKALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Guru Sejarah Melawan Intoleransi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (11/7/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Sabtu (8/7) lalu alumnus angkatan 1985 Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Dharma Yogyakarta…