Senin, 21 September 2009 20:55 WIB Info Mudik,Sukoharjo Share :

Traffic light Kartasura mati, arus Lalin menumpuk

Sukoharjo (Espos)–Jalur utama mudik terutama di Kartasura dari arah Yogyakarta, Jakarta maupun Semarang ke Solo maupun sebaliknya mengalami kemacetan, Senin (21/9),siang. Kemacetan tersebut ditengarai akibat penumpukan lalu lintas (Lalin) kendaraan.

Pantauan Espos di Jalan Jenderal Sudirman Sukoharjo menuju simpang lima, arus kendaraan tidak bisa lancar lantaran lebaran jalan tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang lewat. Akibatnya, terjadi penumpukan kendaraan hingga 200 meter lebih. Hal yang sama juga terlihat di simpang lima di mana sejumlah petugas kepolisian akhirnya tidak memfungsikan traffic light untuk menghindari kemacetan.

Tumpukan kendaraan lebih panjang sehingga mengakibatkan kemacetan terjadi di Kartasura menuju serta dari arah Yogyakarta–Solo maupun Semarang–Solo, Senin (21/9) siang. Panjangnya antrean kendaraan di wilayah simpang empat Kartasura, misalnya, diperparah dengan pertemuan kendaraan dari arah utara dan selatan.

Beberapa kali kendaraan berpapasan di tengah jalan sehingga membuat salah satunya harus mengalah. Sejumlah petugas kepolisian yang disiagakan hari itu nampak kewalahan lantaran begitu padatnya arus lalu lintas.

Koordinator pos pengamanan (Pospam) III perempatan Kartasura, Iptu Drajad Sumarsono menjelaskan, kepadatan lalu lintas di hari itu dimulai sejak pagi hari kurang lebih pukul 10.00 WIB. “Lalu lintas diwarnai dengan menumpuknya kendaraan meski tidak sampai mengakibatkan kemacetan,” jelasnya. Tumpukan kendaraan, imbuh dia, hanya mengakibatkan panjangnya antrean serta lebih lambannya kendaraan berjalan.

Mencegah agar jangan sampai terjadi kemacetan, ditambahkan Drajad, pihaknya terpaksa tidak mengaktifkan traffic light. Pasalnya, jarak tanda merah, dengan hijau tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang lewat di jalan.

“Ketika merah menyala misalnya, otomatis kendaraan harus berhenti. Nah, lampu hijau menyala, belum lagi kendaraan berjalan, lampunya sudah berganti merah lagi. Kalau aturan traffic light kami terapkan, bisa dipastikan akan terjadi kemacetan total menuju dan dari arah Yogyakarta, Jakarta maupun Semarang,” ujarnya.

Sementara itu Koordinator Pospam Songgorunggi, Iptu Supardi menjelaskan, volume kendaraan di hari itu lebih meningkat dibanding hari sebelumnya. Meski demikian, peningkatan kendaraan tidak sampai menimbulkan penumpukan apalagi kemacetan.

“Seperti hari-hari sebelumnya, kendaraan yang lewat didominasi sepeda motor dan mobil pribadi. Kalau untuk bus, jumlahnya sudah mulai berkurang,” tandasnya.

aps

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Guru Sejarah Melawan Intoleransi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (11/7/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Sabtu (8/7) lalu alumnus angkatan 1985 Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Dharma Yogyakarta…