Senin, 21 September 2009 21:31 WIB Boyolali,Hukum Share :

Polisi ringkus 4 pejudi

Boyolali (Espos)–Jika orang kebanyakan merayakan Lebaran dengan wujud bersilaturahmi ke sanak keluarga, lain halnya yang dilakukan Joko Tri Wingatno cs.

Warga RT 5/III Desa Randusari, Kecamatan Teras tersebut bersama tiga rekannya, yakni Marjoko, 32; Mursid, 38, dan Harjono, 50, warga RT 4/III Desa Randusari, Teras justru memilih merayakan Lebaran dengan menggelar judi kartu remi. Informasi Espos dari Mapolsek Teras menyebutkan, keempat tersangka judi berhasil diamankan petugas pada hari Lebaran, setelah tertangkap bermain judi di salah satu rumah warga di RT 5/III Desa Randusari, Teras sekitar pukul 00.30 WIB.

Tidak ada perlawanan dalam penggerebekan dini hari itu. Dari tangan para pelaku, petugas menyita barang bukti berupa uang taruhan Rp 634.000, satu lembar tikar warna merah dan satu set kartu remi. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, seluruh tersangka kini harus mendekam di jeruji besi. Kapolres Boyolali, AKBP Agus Suryo Nugroho, melalui Kapolsek Teras, AKP Demmy, mengatakan sepanjang Ramadan hingga Lebaran, pihaknya mengintensifkan Operasi Cipta Kondisi 2009 untuk menjaga kondusivitas di masyarakat.

“Kami fokus pada penyakit masyarakat (Pekat),” katanya. Pemberantasan Pekat dilakukan untuk menciptakan kondusivitas di tengah masyarakat sepanjang Ramadan dan Lebaran.

dwa

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…