Senin, 21 September 2009 21:17 WIB Boyolali Share :

Pengging & Tlatar dijejali pengunjung

Boyolali (Espos)–Ribuan pengunjung mulai menyerbu dua objek wisata favorit di Boyolali, memasuki H+1 Lebaran tahun ini. Di objek wisata air Tlatar, sedikitnya 4.000 pengunjung mulai berdatangan sejak pukul 09.00 WIB.

Selain masyarakat dari dalam Boyolali, sebagian pengunjung merupakan wisatawan dari luar kota. Hal ini terlihat dari nomor polisi kendaraan yang tertera B, S, H dan D. Salah satu pengelola objek wisata Tlatar, Hartanto, mengatakan jumlah pengunjung pada hari kedua Lebaran meningkat tiga kali lipat dibanding hari sebelumnya.

Pada hari pertama Lebaran, jumlah pengunjung mencapai 1.000 orang. Hal ini terjadi karena di hari pertama Lebaran masyarakat memilih memprioritaskan silaturahmi ke sanak keluarga.
Situasi sama terjadi di Umbul Pengging. Pada H+1 atau bersamaan dengan hari pertama Grebeg Syawalan 2009, jumlah pengunjung meningkat dua kali lipat dari hari sebelumnya. Hingga pukul 13.20 WIB, jumlah pengunjung di pemandian yang pernah digunakan Raja Kasunanan Surakarta, SISKS Pakoe Buwono X beserta kerabatnya ini, mencapai 800 orang.

“Namun jumlah ini jauh lebih rendah dibanding hari sama pada Lebaran tahu lalu,” ucap Kepala UPTD Umbul Pengging, Sri Waliyanto Ispriyanto, Senin (21/9).

Kompleks pemandian yang terletak di Desa Dukuh, Kecamatan Banyudono atau sekitar 12 kilometer ke arah timur Kota Boyolali ini tersedia tiga umbul, yakni Umbul Penganten, Ngabean dan Seduda.

Di objek Umbul Pengging, selain dapat berenang di tiga umbul, pengunjung dapat menikmati sajian musik tempo dulu. Sri Waliyanto berharap  jumlah pengunjung terus mengalami peningkatan selama Grebeg Syawalan 2009 yang digelar hingga 26 September.

dwa

Lowongan Pekerjaan
SD dan SMP AL-KAUTSAR, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


2

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…