Senin, 21 September 2009 13:23 WIB News Share :

Pembagian sembako di Balaikota Ricuh, puluhan ibu terinjak-injak

Jakarta–Puluhan ibu-ibu terinjak dan belasan lainnya terluka saat pembagian sembako di Pemprov DKI Jakarta. Hal ini terjadi karena para kaum dhuafa tersebut tak sabar mengantre.

Pantauan di kantor Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Senin (21/9), sedikitnya ada ribuan warga yang mengantre untuk mendapatkan paket sembako yang terdiri dari gula, minyak goreng dan makanan ringan tersebut. Mereka datang sejak pukul 07.00 WIB.

Sementara, petugas keamanan yang berjaga di lokasi tak mampu menahan dorongan para pengantre akibat jumlahnya tidak sebanding. Hanya sekitar 100 orang petugas Satpol PP dan puluhan polisi yang hadir.

Tidak hanya kaum ibu, anak-anak juga jadi korban dalam insiden ini. Mereka terkulai lemas bahkan nyaris pingsan akibat kesulitan bernafas.

“Tolong..tolong…,” ujar salah seorang anak yang terinjak.

Dua pengantre sembako di Balaikota pingsan akibat terinjak-injak. Untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, keduanya dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

“Kita bawa mereka ke RSCM,” ujar Kepala Bidang Media Massa Pemkot DKI, Oyong Hanna Abidin saat ditemui di lokasi, Senin (21/9).

Mereka yang dibawa ke RSCM adalah Satneh,38, warga Plumpang, Jakarta Utara dan Dartin,50. Sebelum dibawa menggunakan ambulans, keduanya sempat pingsan dan tidak kunjung sadarkan diri akibat berdesak-desakan bersama ribuan warga lain.

Selain Satneh dan Dartin, belasan warga lainnya juga terinjak-injak danĀ  mengalami luka-luka. Untuk korban yang luka ringan dan lemas mendapat perawatan dari petugas kesehatan di lokasi.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta membagikan sekitar 6.000 paket sembako yang terdiri dari minyak goreng, beras dan makanan ringan. Namun akibat membludaknya warga, sempat terjadi kericuhan saat proses pembagian berlangsung. Petugas keamanan yang berjaga tidak mampu menahan antusias warga.

dtc/tya

lowongan kerja
lowongan kerja Timbul Jaya Motors, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Fetisisme Ramadan

Gagasan Harian Solopos edisi Rabu (14/6/2017) ini karya Bagus Kurniawan, dosen Sastra Indonesia di Fakultas Ilmu Budaya UNS. Solopos.com, SOLO–Gejala yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan Ramadan mengalami anomali. Dalam paradigma spiritualitas Islam, Ramadan dianggap sebagai bulan bagi umat Islam utuk…