Senin, 21 September 2009 16:51 WIB Solo Share :

Pekan Syawalan TSTJ sedot 100.000 pengunjung

Solo (Espos)–Pekan Syawalan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) yang berlangsung selama 20-27 September diprediksi menyedot 100.000 pengunjung. Pasalnya, berdasarkan data pengelola Pekan Syawalan jumlah pengunjung pada hari kedua terbilang tinggi.

“Hingga pukul 11.00 WIB, jumlah pengunjung sudah sampai lebih dari 10.000 orang. Jika melihat angka itu, saya prediksi jumlah pengunjung bisa melewati target minimal 80.000 orang,” ungkap Ketua Panitia Pekan Syawalan TSTJ 2009, Darsono, saat ditemui wartawan, di TSTJ, Senin (21/9).

Menurut Darsono, meski pada Minggu (20/9) jumlah pengunjung hanya mencapai 3.400-an orang, pada Senin kemarin, pengunjung membeludak. Bahkan, satu jam sebelum TSTJ dibuka, sejumlah pengunjung telah antre untuk membeli tiket. Dibanding hari libur biasa, jumlah pengunjung pada Pekan Syawalan melonjak lebih dari lima kali lipat. Pada hari biasa, Darsono menerangkan jumlah pengunjung TSTJ hanya berkisar 1.000-2.000 orang.

“Pengalaman tahun lalu, Pekan Syawalan ramai pada hari kedua, ketiga, keenam dan ketujuh. Selebihnya, pengunjung tetap banyak, hanya tidak seramai pada hari-hari itu. Kalau pada puncak Syawalan, Minggu (27/9) nanti, jumlah pengunjung mungkin bisa naik puluhan kali lipat dibanding hari biasa,” jelas dia.

Pantauan Espos, di TSTJ, Senin, antrean para pembeli tiket tampak di loket pembelian tiket. Disamping itu sejumlah calo tiket terlihat menawarkan tiket masuk di halaman depan TSTJ. Tiket masuk di loket dijual seharga Rp 8.000 per orang, sedangkan tiket dari para calo tersebut dihargai Rp 9.000 per orang, atau beda Rp 1.000. Menanggapi hal itu, Darsono mengatakan, sejauh harga tiket tidak mengalami perbedaan terlampau jauh, pihaknya tidak akan bertindak. Namun, jika harga tiket melalui calo terlalu tinggi, panitia akan melakukan tindakan.
tsa

lowongan kerja
lowongan kerja GRAINS & DOUGH RESTAURANT, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…