Minggu, 20 September 2009 16:51 WIB News Share :

Ketua MK
Polisi harus keluarkan SP3

Jakarta–Pihak kepolisian diminta segera mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) terhadap 2 pimpinan KPK, Chandra Hamzah dan Bibit Samad Riyanto. Masalah hukum yang dituduhkan murni persoalan administrasi, bukan pidana.

“Kalo ada tindak pidana silakan dilanjutkan polisi, tapi kalau tidak ada segera keluarkan SP3,” kata Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD di kediaman Jusuf Kalla (JK), Minggu (20/9).

Menurut Mahfud, tudingan penyalahgunaan wewenang dalam pencekalan bukan termasuk unsur pidana. Jika polisi mempunyai bukti kuat, seharusnya segera diumumkan jenis pidana tersebut.

“Ini Bibit dan Chandra dijadikan tesangka indikasi pidananya belum jelas, katanya menerima uang tapi yang memberi tidak mengakui. Katanya memaksa surat pencekalan tapi Dirjen Imigrasi merasa tidak dipaksa,” tegasnya.

Mahfud berharap, Chandra dan Bibit segera dibebaskan karena dua tuduhan polisi sudah gugur. Jika tidak, maka hal ini bisa merusak tatanan hukum di Indonesia.

“Biarkan mereka kembali memimpin, sehingga Perpu Plt tidak perlu dikeluarkan,” tutupnya.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…