Minggu, 20 September 2009 19:08 WIB Solo Share :

"Jihad sesungguhnya adalah melawan hawa nafsu"

Solo (Espos)–Salat Ied di sejumlah wilayah Kota Solo, Minggu (20/9) berlangsung khidmat dan lancar. Di halaman Balaikota Solo, salat diikuti ratusan orang pegawai negeri sipil (PNS) Pemkot Solo dan warga sekitar.

Sementara dalam khotbah seusai salat, Kepala Kantor Departemen Agama (Depag) Solo, Fachruddin, berlaku sebagai khotib, mengingatkan jamaah salat bahwa jihad sesungguhnya adalah jihad melawan hawa nafsu. Untuk itu, rangkaian ibadah selama Bulan Ramadan yang diakhiri dengan peringatan Hari Raya Idul Fitri 1430 Hijriyah (H) menjadi
tonggak untuk berjihad melawan hawa nafsu. Selanjutnya, hal itu mampu menguatkan potensi dan menyingkirkan kelemahan-kelemahan seseorang.

“Rangkaian pelatihan peribadatan atau riyadlah di Bulan Ramadan, orang yang berpuasa telah berjihad melawan hawa nafsu, menyingkirkan kelemahan-kelemahan dirinya dan menguatkan potensi kekhalifahannya. Ini yang sekali lagi perlu ditekankan, jihad sesungguhnya adalah melawan hawa nafsu,” kata Fachruddin, di hadapan ratusan jamaah salat, Minggu.

Di akhir khotbah bertajuk Amalan Ramadan Sebagai Modal Membangun Bangsa dan Negara itu, Fachruddin juga mengajak jamaah salat menjadikan momentum Ramadan dan peringatan Hari Raya Idul Fitri untuk perbaikan akhlak, kepribadian dan keagamaan. Ibadah puasa, dengan berbagai rangkaian ibadah yang menyertai, sambungnya, diharapkan memberikan pengaruh pada kehidupan di bulan-bulan mendatang.

Salat Ied di Pendapa Balaikota tersebut diikuti Walikota Solo, Joko Widodo beserta istri, Komandan Kodim (Dandim) 0735/Surakarta, Letkol Inf Sadputro Adi Nugroho, dan sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemkot Solo. Sementara itu, bertindak sebagai imam dalam Salat Ied di Balaikota adalah Dewan Hakim Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Jawa Tengah, KH Ahmad Maksum Kamal. Jamaah salat telah berdatangan sejak pukul 05.30 WIB. Salah Ied dua rekaat sendiri dimulai pukul 06.30 WIB.

Seusai salat, jamaah mendapat kesempatan berjabat tangan dengan Jokowi, sapaan akrab walikota di dalam Pendapi Gede. Ratusan warga Solo pun tak melewatkan kesempatan tersbeut, mereka dengan rapi menunggu giliran bersalaman. Hal sama terjadi ketika Jokowi, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Boeddy Soeharto membagikan “angpaw” berupa uang pecahan Rp 5.000 dan Rp 2.000 kepada warga. Meski sempat terjadi desak-desakan lantaran warga berebut mendapat “angpaw” lebih awal, kegiatan rutin pascasalat tersebut berlangsung tanpa masalah.

Sebagian besar warga turut berdesakan karena ingin mendapat kesempatan bertemu walikota mereka. Warga Kampung Baru, Zaenuri mengaku bukan nilai uang yang dicari namun kesempatan mendapatkan “angpaw” langsung dari walikota memberi kesan tersendiri. “Merasa penasaran saja, ikut-ikutan yang lain. Mumpung bisa punya kesempatan,” ujar Zaenuri. Setidaknya ratusan warga turut antre demi mendapat “angpaw” tersebut.
tsa

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…