Minggu, 20 September 2009 19:52 WIB Sukoharjo Share :

Bupati Sukoharjo juga gelar open house

Sukoharjo (Espos)–Bupati Sukoharjo, Bambang Riyanto menggelar acara open house di rumah dinasnya (Rumdin) usai Salat Idul Fitri, Minggu (20/9). Acara open house tersebut melibatkan sejumlah pejabat yang masuk dalam jajaran Muspida Kota Makmur.

Sejumlah kepala dinas, kepala kantor hingga masyarakat umum berbondong-bondong mendatangi Rumdin Bupati yang berlokasi di Simpang Lima. Tujuan mereka adalah bertemu dengan orang nomor satu di Kabupaten Sukoharjo untuk saling bermaaf-maafan.

Berdasar informasi, dibanding open house tahun lalu, pengunjung tahun ini lebih banyak. Kondisi tersebut bisa dilihat dari dua orang petugas Satpol PP yang nampak kewalahan ketika membuka tutup pintu masuk utama yang dilewati warga. Pasalnya begitu pintu dibuka, puluhan warga langsung berdesak-desakan masuk dalam ruangan yang tidak begitu besar. Seringkali teguran petugas Satpol PP agar sebagian warga di urutan lebih belakang tidak lagi masuk karena di dalam sudah penuh tidak mereka indahkan.

Akibat saking banyaknya pengunjung, berdasar pantauan, beberapa wanita sempat mengerang kesakitan lantaran kaki mereka terinjak-injak. Seorang wanita setengah baya bahkan ada yang hampir jatuh seandainya tidak dipegangi petugas dan tamu lainnya di barisan belakang. Wanita tersebut tidak bisa menahan keseimbangan lantaran begitu pintu masuk dibuka, barisan di belakang langsung meringsek maju dengan saling mendorong punggung tamu di bagian depannya.

Bupati Sukoharjo, Bambang Riyanto menjelaskan, acara open house adalah tradisi tahunan. Kegiatan tersebut digelar dengan tujuan mendekatkan para pemimpin daerah dengan masyarakat. “Untuk birokrasi, bisa dilihat kan tadi, semua eselon dua hingga tingga datang untuk saling bermaafan. Ini menunjukkan kebersamaan sekaligus kerjasama yang baik di antara kami semua,” tandasnya.
aps

lowongan kerja
lowongan kerja GRAINS & DOUGH RESTAURANT, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…