Sabtu, 19 September 2009 20:21 WIB Info Mudik,Sukoharjo Share :

Arus mudik di Sukoharjo terus meningkat

Sukoharjo (Espos)–Volume arus mudik di sejumlah jalur utama di Kota Makmur terus meningkat. Peningkatan tersebut terutama terlihat di Kartasura serta Nguter.

Pantaun Espos, jalur menuju Wonogiri sejak siang hingga sore hari, Sabtu (19/9) terlihat mulai padat. Jalan provinsi yang tidak begitu lebar nampak dipenuhi bus, mobil pribadi, serta kendaraan bermotor roda dua. Jenis kendaraan yang mendominasi adalah kendaraan roda dua.

Untuk transportasi bus, meski penumpang penuh namun tidak sampai ada yang berdiri. Hal itu terlihat dari bus umum dengan pelat nomor B atau dari Jakarta. Penumpang padat hingga berdiri justru terlihat di bus jurusan Solo-Wonogiri. Diperkirakan sebagian pemudik Jakarta tidak langsung menuju ke Kota Gaplek melainkan berhenti ke Solo untuk transit dan berganti bus.

Kepala pos pengamanan (Pospam) Nguter, Iptu Supardi menjelaskan, arus mudik memang mulai terasa sejak Kamis (17/9) malam. “Arus mudik sejak beberapa hari lalu mulai terasa. Meski begitu untuk kepadatan jalan tidak terjadi terus-menerus melainkan di jam-jam tertentu,” jelasnya. Kepadatan tertinggi, imbuh dia, terjadi pada pukul 15.00 WIB hingga malam hari.

Mobil pribadi, ditambahkan Supardi, juga turut mewarnai arus mudik. “Berdasarkan pantauan kami, mobil pribadi kebanyakan berpelat B. Artinya kebanyakan pemudik memang berasal dari Jakarta dengan tujuan Wonogiri,” jelasnya. Supardi menambahkan, puncak mudik diperkirakan terjadi pada Sabtu (19/9) malam. Pasalnya, Minggu (20/9) sudah masuk Lebaran. Ditanya mengenai kejadian luar biasa, Supardi menerangkan belum ada.

“Meski di setiap Pospam juga disediakan tenaga medis untuk berjaga-jaga, tapi sampai sekarang masih belum diperlukan,” jelasnya.

Di bagian lain, Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, Darsono menerangkan, puluhan ribu pemudik sudah mulai masuk Kartasura menuju ke arah timur.

“Peningkatan arus setiap hari selalu terjadi. Kebanyakan pemudik menggunakan kendaraan pribadi berupa sepeda motor sedang mobil ada di urutan sesudahnya. Bus baru di urutan ketiga,” terang dia.

aps

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…