Jumat, 18 September 2009 20:58 WIB Solo Share :

Stasiun Jebres bakal dipugar

19soft1Solo (Espos)–Pusat Pelestarian Benda dan Bangunan Bersejarah PT Kereta Api (KA) dalam tahun ini berencana memugar bangunan Stasiun Jebres. Dari 600 stasiun kereta api yang masuk cagar budaya yang masih dipertahankan keasliannya, Stasiun Jebres merupakan salah satunya.

Di pihak lain, rencana pemindahan bangunan kuno Stasiun Maguwo Yogyakarta ke Solo dipastikan batal karena adanya penolakan dari kalangan masyarakat setempat yang tidak rela bangunan bersejarah milik mereka dipindahkan ke kota lain. Selanjutnya, bangunan itu akan dilestarikan dan dimanfaatkan sebagai perpustakaan bekerjasama dengan Universitas Gajah Mada (UGM).

Kepala Pusat Pelestarian Benda dan Bangunan Bersejarah PT KA, Ella Ubaidi, ditemui wartawan di sela-sela soft launching kereta wisata berlokomotif uap kuno di Stasiun Solo Kota, Sangkrah, Jumat (18/9) mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya mencatat ada 600-an stasiun KA di Indonesia yang termasuk bangunan cagar budaya yang masih dipertahankan keasliannya. Dari jumlah tersebut dua di antaranya berada di Solo, yaitu Stasiun Jebres dan Stasiun Solo Kota di Sangkrah.

“Kami sudah menyelesaikan pemugaran Stasiun Tugu Yogyakarta. Rencananya tahun ini giliran Stasiun Jebres yang dipugar. Bukan untuk mengubah bentuk bangunannya melainkan justru lebih ditata dan dikembalikan auranya. Kalau dilihat sekarang kondisi stasiun itu sudah agak kusam ya,” ungkap Ella.

Sementara Stasiun Solo Kota, dinilai Ella, saat ini kondisinya masih cukup bagus dan terpelihara dengan baik, sehingga belum mendesak untuk dilakukan pemugaran. Ella tidak mengungkap lebih jauh berapa anggaran yang dikeluarkan untuk pemugaran Stasiun Jebres maupun sumber anggaran tersebut.

Mengenai batalnya rencana pemindahan bangunan kuno Stasiun Maguwo ke Solo, Ella mengaku sangat menyesal. Namun, dia mengaku tak bisa berbuat apa-apa karena itu adalah permintaan masyarakat setempat.

Ella mengatakan, akan mengusahakan bangunan stasiun di tempat lain yang sudah tidak berfungsi sebagai gantinya. “Ya nanti akan kami carikan bangunan stasiun lainnya, tapi yang sudah tidak berfungsi, barangkali ada yang bisa dipindahkan ke Solo,” ujarnya. Dimintai tanggapannya mengenai batalnya rencana pemindahan bangunan kuno itu, Walikota Solo, Joko Widodo mengaku memang sedikit kecewa. Namun, dia juga hanya bisa pasrah karena bangunan itu memang bukan milik Solo, melainkan milik PT KA.

shs

lowongan pekerjaan
PT. Monang' Sianipar Abadi ( MSA KARGO ), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…