Jumat, 18 September 2009 16:14 WIB News Share :

Selama Ramadan, penukaran uang pecahan capai Rp 80,7 M

Semarang (Espos)–Selama bulan Ramadan, penukaran pecahan uang kecil di Kantor Bank Indonesia (KBI) Semarang tercatat senilai Rp 80,7 miliar atau mengalami peningkatan 148,6% dibandingkan bulan Agustus.

Kepala KBI Semarang, M Zaeni Aboe Amin menyatakan peningkatan penukaran pecahan uang kecil terjadi pada minggu terakhir menjelang Lebaran.

“Jumlah orang yang menukarkan uang setiap hari rata-rata sebanyak 2.500 orang,” katanya di Semarang, Jumat (18/9).

Menurut ia, pecahan uang yang paling banyak ditukar oleh masyarakat adalah pecahan uang baru Rp 2.000 senilai Rp 35,5 miliar (31,34% dari total penukaran), kemudian pecahan Rp 5.000 (22,04%), dan pecahan Rp 20.000 (19,31%).

Kondisi ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap pecahan uang baru dan pecahan uang kecil sangat tinggi.

“Berdasarkan quick survey yang kami lakukan, uang baru Rp 2.000 tersebut mayoritas akan digunakan untuk diberikan kepada sanak saudara pada Lebaran, serta keperluan usaha,” ujar Zaeni.

Lebih lanjut ia menyatakan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat untuk memperoleh pecahan uang kecil baik uang kertas dan uang logam, KBI Semarang membuka pelayanan penukaran uang pada hari Senin sampai dengan Kamis.

Jumlah penukaran pecahan uang kecil selama Ramadan (bulan September) 2009 tercatat senilai Rp 80,7 miliar naik 148,6% dibandingkan pada bulan Agustus 2009 senilai Rp 32,4 miliar.

Apabila dihitung rata-rata jumlah penukaran uang per hari selama bulan September 2009 tercatat senilai Rp 5,8 miliar atau naik 184,1% dari rata-rata di bulan Agustus 2009 senilai Rp 2,0 miliar per hari.

Rata-rata jumlah penukar per hari pada September 2009 juga naik tajam dari 600 orang per hari menjadi 2.500 orang per hari.

oto

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…