Jumat, 18 September 2009 17:09 WIB Sragen Share :

Pemkab Sragen undur libur cuti bersama

Sragen (Espos)–Pemerintah kabupaten (Pemkab) Sragen memutuskan untuk mengundur libur cuti bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1430 Hijriah.

Cuti bersama Lebaran yang ditetapkan Pemerintah mestinya Jumat (18/9) kemarin mulai libur, namun untuk pegawai di lingkungan Pemkab masih masuk kerja hingga Sabtu (19/9) ini. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sragen Wahyu Widayat kepada Espos, Jumat (18/9) mengatakan dengan kebijakan memundurkan jadwal cuti bersama Lebaran ini otomatis libur pegawai baru mundur hingga Sabtu (26/9) mendatang. ”Pegawai baru masuk kerja kembali tanggal 28 September. Jadi di daerah lainnya Jumat sudah libur, Sragen sampai Sabtu (19/9-red) masih masuk,” jelasnya.

Wahyu menjelaskan sebagai pengganti dua hari masuk sebelum Lebaran diganti dua hari libur tanggal 24-25 September. Sedangkan tanggal 26 September yang semestinya masuk tapi tetap diliburkan. Nantinya pegawai akan mengganti libur tersebut dengan masa kerja yang lebih panjang pada Senin (28/9).

“Kalau biasanya jam kerja pegawai hanya sampai pukul 14.00 WIB. Tapi khusus untuk Senin diperpanjang hingga pukul 16.00 WIB,” jelasnya.

Wahyu mengatakan, pada hari pertama kerja pascacuti bersama, pihaknya akan menerjunkan tim untuk memantau pegawai yang mangkir dari pekerjaan tanpa keterangan jelas. Tim pemantau ini nantinya akan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di masing-masing satuan kerja (Satker) untuk melihat absensi para pegawai. Bagi para pegawai yang kedapatan mangkir masuk kerja tanpa keterangan jelas setelah cuti bersama Lebaran rampung, akan dikenai sanksi.
isw

lowongan kerja
lowongan kerja SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Ngutang

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Selasa (18/7/2017). Esai ini karya Ronny P. Sasmita, Direktur Eksekutif Economic Action Indonesia dan Analis Ekonomi BNI Securities Jakarta Barat. Alamat e-mail penulis adalah ronny_sasmita@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Banyak kawan yang bertanya kepada saya, mengapa pemerintah memperlebar…