Jumat, 18 September 2009 11:01 WIB News Share :

MUI usulkan lembaga khusus deradikalisasi ideologi teroris

Jakarta–Meski gembong teroris Noordin M Top telah tewas, namun ideologi radikal teroris belum akan musnah. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengusulkan sebuah lembaga khusus yang bertugas mengkoordinasi proses deradikalisasi ideologi teroris.

“Terhadap yang kena (ideologi radikal) harus dilakukan pembinaan. Yang belum kena harus dilakukan pencegahan. Harus ada koordinasi berbagai pihak, dan perlu ada satu lembaga yang menangani koordinasi itu,” kata Ketua MUI Ma’ruf Amin, Jumat (18/9).

Menurut Ma’ruf, tewasnya Noordin tidak serta merta membunuh ideologi radikal. Sebab akar ideologi tersebut berasal dari negara lain seperti Afghanistan dan bersifat global.

Sepanjang ideologi global tersebut masih ada, Indonesia akan selalu menjadi target penetrasi. Apalagi masyarakat di Indonesia termasuk mudah dipengaruhi oleh ideologi tersebut.

“Kalau di Indonesia sendiri nggak ada (akar ideologi radikal). Islam di Indonesia itu dibangun oleh 2 macam pesantren, yakni pesantren modern dan salafiyah. Dua-duanya moderat kok,” kata Ma’ruf.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
PT. Monang' Sianipar Abadi ( MSA KARGO ), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…