Jumat, 18 September 2009 11:10 WIB Internasional Share :

Merasa produksi batik, Malaysia akan pelajari keputusan Unesco

Kuala Lumpur–United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO) telah memasukkan Batik Indonesia ke dalam daftar intangible cultural heritage (warisan budaya bukan benda). Otoritas Malaysia mengaku akan mempelajari keputusan itu lebih lanjut.

Seperti dilansir Bernama, Jumat (18/9), Wakil PM Malaysia, Tan Sri Muhyiddin Yassin menyatakan pihaknya akan mempelajari keputusan Unesco yang memasukkan Batik Indonesia ke dalam daftar warisan budaya bukan benda.

“Saya tidak memiliki detailnya (keputusan Unesco) karena Malaysia juga memiliki batik. Kita akan menganalisa pengertian sebenarnya dari keputusan itu dan apakah keputusan itu akan berdampak pada produksi batik di sini,” ujar Muhyidin.

Menurutnya, tidak hanya Malaysia dan Indonesia yang memproduksi batik, India dan Singapura juga melakukan hal sama.

“Batik tidak hanya diproduksi Malaysia dan Indonesia, tapi India dan Singapura juga memiliki batik. Perbedaannya hanya terletak pada nama dan teknologi yang digunakan. Maka itu, saya akan mengecek keputusan Unesco lebih lanjut,” kata Muhyiddin.

Unesco memutuskan untuk menjadikan batik Indonesia sebagai salah satu daftar warisan budaya pada 8 September 2009. Pengumuman daftar tersebut akan digelar pada pertemuan komite antar pemerintah Intangible Heritage, 2 Oktober di Abu Dhabi.

Menghadapi momen tersebut, presiden RI, SBY telah mengimbau seluruh warga negara Indonesia untuk mengenakan batik pada 2 Oktober. Tanggal tersebut akan dijadikan sebagai hari batik nasional.

dtc/fid

lowongan kerja
lowongan kerja CV SATRIA GRAHA UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…